Kim Jong-un Pertama Kalinya Akan Bertemu Putin Akhir Bulan Mei

Sabtu, 20 April 2019 11:57 Reporter : Merdeka
Kim Jong-un Pertama Kalinya Akan Bertemu Putin Akhir Bulan Mei Kim Jong-un tinggalkan Vietnam. ©REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Merdeka.com - Pemerintah Rusia dua hari lalu mengumumkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan berkunjung ke Moskow pada akhir Mei 2019 untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir dari laman CNN, Jumat (19/4), pertemuan antara sekutu Perang Dingin itu terjadi pada saat yang sulit dalam negosiasi nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS), yang terhambat sejak gagalnya KTT Hanoi pada Februari lalu.

Kremlin tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pertemuan antara Kim dan Putin, yang diyakini belum pernah bertatap muka satu sama lain.

Pengumuman itu datang hanya beberapa jam setelah kementerian luar negeri Korea Utara meminta Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk diganti dalam negosiasi lebih lanjut antara kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita KCNA --yang dikelola pemerintah Korea Utara-- pada Kamis pagi, pejabat kementerian luar negeri Korea Utara, Kwon Jong-gun, mengatakan, "Pompeo telah membiarkan komentar sembrono dan segala macam kecurangan terjadi dalam hubungan kami (AS dan Korut)".

Dikatakan oleh Kwon, Kim Jong-un telah mengambil "sikap berprinsip" pada pembicaraan dengan AS dalam pidato baru-baru ini di parlemen Korea Utara.

"Setiap orang memiliki interpretasi yang jelas tentang pidatonya, yang mengatakan bahwa AS harus mengubah pendekatannya, dan menghasilkan langkah-langkah responsif sebelum akhir tahun ini," kata Kwon.

Korea Utara telah mendesak lebih banyak penghapusan sanksi sebagai ganti denuklirisasi, sementara AS menuntut bukti yang lebih besar bahwa negara itu siap mengurangi persenjataan nuklirnya.

Ketidaksepakatan itu diyakini menjadi alasan utama perundingan Hanoi berakhir cepat dan tanpa hasil.

Menurut beberapa pengamat, Kwon tampaknya menyalahkan Pompeo atas gagalnya pembicaraan di Hanoi, dengan mengatakan bahwa KTT itu "memberi kami pelajaran bahwa setiap kali Pompeo hadir, pembicaraan menjadi salah, dan tidak menghasilkan apa pun".

"Oleh karena itu, bahkan dalam kasus kemungkinan dimulainya kembali dialog dengan AS, saya berharap rekan dialog kami bukan Pompeo, tetapi orang lain yang lebih berhati-hati dan matang dalam berkomunikasi dengan kami," ujar Kwon.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini