Kerahkan Alat Survei Baru dan Drone, Ilmuwan Lakukan Pencarian Besar-Besaran Monster Loch Ness

Pencarian besar-besaran monster Loch Ness akan digelar akhir pekan ini.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Kerahkan Alat Survei Baru dan Drone, Ilmuwan Lakukan Pencarian Besar-Besaran Monster Loch Ness
Kerahkan Alat Survei Baru dan Drone, Ilmuwan Lakukan Pencarian Besar-Besaran Monster Loch Ness (Merdeka.com)

Pusat Loch Ness di Drumnadrochit, Skotlandia dalam beberapa pekan terakhir melibatkan bantuan dari komunitas global ilmuan warga dalam mencari “makhluk air” tersebut.

Tim pencarian akan melibatkan pilot drone dan pengamat yang akan melakukan pengawasan permukaan serta mengamati dengan teliti selama dua hari di danau tempat Loch Ness diduga bersembunyi.



Pencarian yang diberi nama The Quest Weekend dimulai 26-27 Agustus nanti.

Pencarian ini merupakan pencarian terbesar sejak Loch Ness Investigation Bureau (LNIB) pada tahun 1972. The Quest Weekend berharap pencarian ini dapat berhasil berkat teknologi baru.

'Pada akhir pekan ini, peralatan survei yang belum pernah digunakan di Loch Ness sebelumnya akan dikerahkan untuk mengungkap rahasia air misterius ini.

'Ini termasuk drone termal untuk menghasilkan gambar termal air dari udara menggunakan kamera inframerah, karena mengamati panas dari atas dapat memberikan komponen penting untuk mengidentifikasi anomali misterius apa pun.

Akhirnya, hydrophone akan digunakan untuk mendeteksi sinyal akustik di bawah air, mendengarkan panggilan seperti Nessie, serta teknologi lainnya dalam pencarian kebenaran,' tulis situs web The Quest Weekend.

Dilansir IFL Science, penelitian ini menggunakan hydrophone secara teratur terhadap mamalia laut, termasuk studi yang menarik di mana ilmuan menyanyikan lagu kepada lumba-lumba untuk melihat cara mereka berkomunikasi.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Panggilan balik mereka akan direkam menggunakan hydrophone, hal ini akan mengungkap seberapa musikalnya lumba-lumba.

Berdasarkan kisah-kisah Cryptozoology, banyak alasan untuk meragukan akan ada hal yang substansial yang akan muncul dari The Quest Weekend.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejauh ini, bukti yang mendukung keberadaan monster Loch Ness terbatas pada rekaman yang meragukan, foto yang buram.

Salah satu teori utama mengatakan Nessie sebenarnya adalah ikan atau belut raksasa, sehingga mendapatkan julukan 'hipotesis belut', namun hal ini terdapat banyak sekali bantahan oleh sebuah makalah baru.

'Probabilitas menemukan belut 6 meter di Loch Ness pada dasarnya nol - terlalu rendah untuk perangkat lunak yang digunakan untuk memberikan perkiraan yang dapat diandalkan,' kata kesimpulan peneliti dalam laporan mereka.

'Oleh karena itu, meskipun belut besar mungkin menjelaskan beberapa laporan pandangan mata manusia tentang objek besar yang muncul ke permukaan danau, mereka tidak mungkin menjelaskan 'penampakan' hewan yang sangat besar, yang mungkin dapat dijelaskan oleh fenomena gelombang, mamalia liar yang tersesat sesekali, atau alasan lainnya,' demikian kesimpulan para penulis studi tersebut.

Pencarian belut raksasa atau Monster Loch Ness di permukaan selama dua hari tampaknya harus cukup untuk menangkapnya dengan kamera atau hydrophone.
Dok. Istimewa
Mungkin kita tidak percaya terhadap Nessie, namun tentu saja kita akan senang jika terbukti salah.
Dok. Istimewa
Rekomendasi