Kekayaan 26 Orang Setara Harta Seluruh 2,3 Miliar Manusia di Dunia

Senin, 21 Januari 2019 18:42 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kekayaan 26 Orang Setara Harta Seluruh 2,3 Miliar Manusia di Dunia Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Dunia memang tidak adil.

Lembaga amal global, Oxfam, merilis laporan terbaru yang menyebut kesenjangan antara si kaya dan si miskin saat ini semakin lebar. Sebanyak 26 orang tajir di dunia memiliki kekayaan setara dengan harta 3,8 miliar manusia digabung.

Dilansir dari laman Russia Today, Senin (21/1), laporan bertajuk "Barang Publik atau Kekayaan Swasta" itu menyoroti terus bertambahnya harta dari orang-orang kaya. Sementara angka kemiskinan naik 11 persen dari tahun lalu.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, aset dari orang kaya kian meroket, meningkat USD 900 miliar pada 2018 atau sekitar USD 2,5 miliar sehari. Antara 2017 dan 2018, menurut laporan Oxfam, miliuner anyar tercipta saban dua hari sekali.

Sebagai perbandingan, tahun lalu sebanyak 43 orang memiliki harta setara dengan separuh orang miskin di dunia, di 2018 ada 26 miliuner yang kekayaannya setara harta 3,8 miliar manusia di bumi.

Kondisi ini merupakan bagian dari pulihnya keuangan dunia setelah krisis pada 2008. Sejak krisis di tahun itu, angka sosok miliuner di dunia kini bertambah dua kali lipat.

Oxfam merilis laporannya hari ini, sebelum ajang Forum Ekonomi Dunia di Davos digelar. Sudah bukan rahasia lagi Forum Ekonomi Dunia adalah semacam undangan hanya bagi orang superkaya dan berkuasa, ditandai dengan serangkaian pesta mewah di acara itu.

Oxfam menuturkan, satu-satunya cara untuk mengurangi jurang kesenjangan yang sangat lebar antara orang kaya dan miskin adalah dengan meningkatkan pajak bagi kaum tajir. Dengan menaikkan pajak sebesar setengah persen saja kepada satu persen orang paling tajir dunia bisa menutup biaya pendidikan bagi 262 juta anak miskin dan menyediakan fasilitas kesehatan bagi sekitar 3,3 juta orang di seluruh dunia.

Sejumlah miliuner memang sudah terlibat dalam kegiatan filantropi atau amal, seperti Bill Gates yang menyumbangkan hartanya untuk mengurangi kemiskinan, namun tampaknya orang kaya lain kurang bersedia mengikuti jejak pendiri Microsoft itu dan kondisi ini kian memprihatinkan bagi masa depan dunia.

Laporan Oxfam menyebut CEo Amazon, Jeff Bezos, salah satu orang terkaya dunia dengan harta senilai USD 112 miliar, pernah mengatakan dia tidak melihat cara lain untuk menghabiskan uangnya dengan mendanai perjalanan ke luar angkasa.

Oxfam juga menyoroti angka pajak bagi orang-orang kaya justru malah menurun.

"Di negara kaya, rata-rata pajak pribadi bagi orang tajir turun dari 62 persen pada 1970 menjadi 38 persen pada 2013, sementara di negara berkembang angkanya tetap bertahan di rata-rata 28 persen," kata laporan Oxfam.

Masalah lain adalah kaum kaya yang menghindari pajak dan itu menyebabkan kerugian negara-negara hingga total sebesar USD 7,6 triliun.

"Umat manusia di seluruh dunia kini marah dan putus asa. Para pemerintah kini harus mewujudkan perubahan dengan memastikan perusahaan-perusahaan dan orang kaya membayar pajak mereka dan menginvestasikan dana ini untuk fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis yang dibutuhkan semua orang," ujar Winnie Byanyima, direktur eksekutif Oxfam International.

"Jumlah angka di rekening bank Anda tidak menunjukkan berapa lama anak Anda bisa sekolah atau berapa lama Anda akan hidup, tapi beginilah kenyataannya di banyak negara di dunia saat ini," kata Bnyanyima. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Terkaya
  2. Orang Kaya
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini