Kebakaran Hutan Bikin Warga Australia Trauma

Minggu, 10 November 2019 17:32 Reporter : Merdeka
Kebakaran Hutan Bikin Warga Australia Trauma Ilustrasi kebakaran hutan. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kebakaran besar yang melanda hutan di Australia Timur sejak Jumat 8 November telah menewaskan tiga orang dan menghancurkan lebih dari 150 rumah. Lebih dari 100 titik api masih menyala di New South Wales dan Queensland pada Minggu (10/11).

Petugas kebakaran di Australia Timur mengatakan, kerusakan akibat kebakaran hutan telah menghancurkan. Mereka bersiap menghadapi kondisi yang lebih buruk lagi. Sebab, api diperkirakan akan berkobar dalam beberapa hari mendatang. Sifat bencana kali ini masih sulit untuk diprediksi.

Dikutip dari AFP, beberapa titik kobaran api masih sulit dijinakkan. Lima orang yang dilaporkan hilang telah ditemukan. Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran NSW, Greg Allan mengatakan, mereka mengesampingkan kemungkinan orang lain masih bisa hilang.

Wali Kota Glen Innes, Carol Sparks mengatakan, warga masih mengalami trauma dan sedang berdamai dengan kerugian mereka.

"Api itu setinggi 20 kaki (enam meter) dan mengamuk dengan 80 kilometer per jam angin," kata Sparks kepada stasiun televisi nasional ABC.

"Itu benar-benar mengerikan bagi orang-orang yang terkena dampaknya," tambahnya.

Di Old Bar, yang terhindar dari yang terburuk ketika angin berubah arah, berhektar-hektar hutan belantara telah berubah menjadi arang dan api terus membara.

Temperatur tinggi, kelembaban rendah dan angin kencang yang diperkirakan dari pertengahan pekan diprediksi memicu kebakaran yang telah diperingatkan oleh pihak berwenang bahwa mereka tidak akan mampu menahan sebelumnya.

"Dalam kondisi seperti ini, kebakaran ini akan menyebar dengan cepat dan akan mengancam rumah dan kehidupan," kata Dinas Pemadam Kebakaran Wilayah NSW dalam sebuah pernyataan.

"Kondisi ini akan sama buruknya, jika tidak lebih buruk, daripada yang dialami pada hari Jumat karena mereka akan melintasi area yang lebih luas termasuk pusat populasi besar seperti Sydney," tambahnya.

Di Queensland, lebih dari 1.200 petugas pemadam kebakaran memerangi 51 kebakaran aktif di seluruh negara bagian pada hari ini, dengan 39 pesawat dikerahkan untuk membantu untuk pertama kalinya di negara bagian tersebut.

"Queensland biasanya tidak memiliki musim kebakaran seperti yang kita alami tahun ini dan tahun lalu," kata Perdana Menteri Annastacia Palaszczuk kepada wartawan.

1 dari 1 halaman

Ribuan Orang Mengungsi

Dengan ribuan orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka, pemerintah Australia menawarkan pembayaran bantuan darurat langsung hingga 1.000 dolar Australia atau setara Rp10 juta kepada mereka yang terkena dampak.

Kebakaran hutan biasa terjadi di Australia. Namun sejak awal dramatis karena para ilmuwan memprediksi akan menjadi musim kebakaran yang hebat. Dengan perubahan iklim dan siklus cuaca berkontribusi pada kombinasi berbahaya dari angin kencang, suhu tinggi, dan kondisi kering.

Kebakaran hutan di Australia akhir-akhir ini tidak separah kebakaran Black Saturday yang menewaskan 173 orang di negara bagian Victoria pada 2009. Beberapa ahli menghubungkannya dengan sistem peringatan dini yang lebih baik.

Ross Bradstock, dari Pusat Pengelolaan Lingkungan Kebakaran Semak di Universitas Wollongong, menggambarkan situasi itu seperti belum terjadi apa-apa untuk daerah yang terkena dampak, yang jarang mengalami kebakaran hebat seperti itu.

"Sayangnya, mengingat ramalan cuaca untuk minggu yang akan datang, krisis dapat memburuk dan meluas ke selatan ke lanskap yang siap terbakar melalui kekeringan ekstrem," katanya.

Reporter: Windy Febriana
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Kebakaran Hutan Bikin Warga Australia Trauma
Bertemu Mendagri Australia, Mahfud Singgung Masalah Terorisme
Disimpan Selama 24 Tahun, Burger Ini Masih Tetap Awet
Bertemu Mendagri dan Menlu Australia, Mahfud Singgung Soal Papua

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Hutan
  2. Australia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini