Kakek 92 Tahun Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup karena Kejahatan Keji yang Baru Terungkap
Kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 1967 baru mendapatkan keputusan hukuman penjara pada tahun ini setelah terpidana dinyatakan bersalah.
Seorang pria berusia 92 tahun telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti bersalah atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang janda berusia 75 tahun.
Kasus ini terungkap setelah hampir enam dekade, di mana Ryland Headley, yang pada waktu itu berusia 34 tahun, menyerang Louisa Dunne di kediamannya di Easton, Bristol, pada 28 Juni 1967.
Dunne ditemukan tak bernyawa di ruang tamunya oleh seorang tetangga. Para ahli patologi menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah asfiksia akibat pencekikan dan tekanan pada mulutnya.
Hakim Sweeting di Pengadilan Mahkota Bristol menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang "kejam dan brutal".
Ia menekankan bahwa Headley, yang berasal dari Ipswich, Suffolk, tidak menunjukkan penyesalan sama sekali atas tindakannya, seperti yang dilaporkan oleh BBC pada Rabu (3/9).
"Korban adalah seorang perempuan tua yang rapuh, tinggal sendirian. Anda memperlakukannya hanya sebagai alat untuk memuaskan hasrat Anda," kata hakim.
"Pelanggaran terhadap rumah, tubuh, dan nyawanya adalah tindakan biadab seorang pria yang tidak bermoral. Meskipun Anda mungkin tidak berniat untuk membunuh, namun Anda dengan sadar telah memperkosanya dan menyerangnya dengan brutal," lanjutnya.
Kesaksian Keluarga Korban
Mary Dainton, cucu dari Louisa Dunne yang kini berusia 78 tahun, memberikan kesaksian di persidangan. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia masih merasakan dampak mendalam dari tragedi yang terjadi.
"Kasus ini telah meninggalkan kehancuran yang sangat besar," ujarnya.
"Saya merasa perlu untuk berbicara mewakili mereka yang telah tiada. Ada stigma besar yang melekat pada kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Hidup saya berubah drastis, saya merasa sedih dan lelah, bahkan hubungan saya dengan orang-orang terdekat juga terpengaruh," terangnya.
Dainton menambahkan, "Saya sangat berduka karena orang-orang yang dulu mengenal dan mencintai Louisa tidak dapat menyaksikan keadilan ini akhirnya ditegakkan."
Selesai berkat teknologi forensik
Kasus ini menjadi salah satu misteri pembunuhan yang paling lama tidak terpecahkan di Inggris. Pada tahun 2023, Tim Peninjau Kejahatan Besar dari Kepolisian Avon dan Somerset melakukan penelaahan ulang terhadap arsip kasus lama.
Mereka menemukan rok yang dikenakan oleh Dunne pada saat kejadian dan mengirimkannya untuk analisis forensik.
Dari hasil analisis tersebut, berhasil diperoleh profil DNA lengkap yang menunjukkan kecocokan sempurna dengan Ryland Headley.
Selain itu, penyelidikan juga mengungkap fakta bahwa pada bulan Oktober 1977, Headley pernah dihukum karena melakukan pemerkosaan terhadap dua perempuan lanjut usia setelah membobol rumah mereka di malam hari, yang merupakan modus operandi yang serupa dengan kasus pembunuhan Dunne.
Pernyataan Polisi
Detektif Inspektur Dave Marchant, yang merupakan petugas investigasi senior kepolisian, mengungkapkan bahwa putusan ini akhirnya membawa keadilan bagi korban.
"Ryland Headley akhirnya bertanggung jawab atas kejahatan mengerikan yang dilakukannya terhadap Louisa pada tahun 1967," ujarnya.
"Dampak dari kejahatan ini sangat besar, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan juga masyarakat kota Bristol," tambahnya.
Marchant juga memberikan pujian kepada Mary Dainton, menyatakan bahwa ia menunjukkan keteguhan luar biasa selama proses penyelidikan dan persidangan, "Ia menunjukkan keteguhan luar biasa selama proses penyelidikan dan persidangan," tambahnya.