Jokowi Sebut Hubungan RI-Australia Seperti Film Avengers: Endgame

Senin, 10 Februari 2020 15:28 Reporter : Pandasurya Wijaya
Jokowi Sebut Hubungan RI-Australia Seperti Film Avengers: Endgame Jokowi di Gedung Parlemen Canberra. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hari ini berpidato di parlemen Australia dalam agenda kunjungan kenegaraan selama tiga hari di negara itu sekaligus memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Dalam pidatonya Jokowi menyerukan untuk mengakhiri identitas politik antara Indonesia dan Australia karena hal itu bisa berujung pada "bentrokan peradaban".

Dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin (10/2), Jokowi mengatakan Australia tidak pernah berpaling dari sikapnya membela Indonesia dan dia menyerukan kedua negara untuk berjuang melawan identitas politik.

"Identitas politik adalah ancaman bagi demokrasi, ancaman bagi kebhinekaan dan ancaman bagi toleransi," kata Jokowi.

"Kita harus bekerja keras bersama-sama, saling mendukung untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan kebhinekaan serta mencegah bentrokan peradaban."

1 dari 2 halaman

Selain itu Jokowi juga mengandaikan hubungan Indonesia dan Australia layaknya film Marvel Avengers: Endgame.

"Ketika kekuatan kebajikan bersatu, Avengers berkumpul dan musuh bersama bisa dikalahkan," ujar Jokowi.

"Ketika Indonesia dan Australia terus berkolaborasi dan bekerja sama, maka masalah intoleransi dan proteksionisme serta kemiskinan dan ancaman iklim global bisa diatasi."

Hubungan hangat antara kedua negara ini berbeda dengan situasi pada 2011 ketika pemerintah RI geram dengan pemerintah Australia saat Perdana Menteri Julia Gillard melarang ekspor sapi hidup ke Indonesia karena muncul kabar hewan-hewan itu diperlakukan tidak baik di Indonesia.

2 dari 2 halaman

Krisis hubungan RI-Australia kian buruk di masa kepemimpinan Perdana Menteri Tony Abbott ketika bocoran dokumen menyebut intelijen Australia menyadap telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009.

Adapun dalam pertemuan bilateral yang digelar dalam kerangka Indonesia-Australia Annual Leader's Meeting (ALM), Jokowi menyampaikan duka cita dan simpati kepada korban, keluarga korban, dan pemerintah Australia atas bencana kebakaran hutan yang melanda Australia.

"Kedatangan saya ke Australia kali ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa Indonesia akan selalu bersama masyarakat Australia, baik dalam suka maupun duka. A friend in need is a friend indeed," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (10/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa kunjungannya kali ini juga menjadi momen khusus karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia. Dalam rentang waktu tersebut, kata dia, banyak hal yang telah dicapai oleh kedua negara.

"Namun kita harus terus bekerja keras untuk hubungan yang lebih kokoh ke depan," ucapnya. [pan]

Baca juga:
Jokowi Harap IA-CEPA Perkuat Ekonomi Indonesia-Australia
Jokowi: Indonesia akan Selalu Bersama Australia dalam Suka dan Duka
Hari Ketiga di Canberra, Jokowi akan Pidato Depan Parlemen Australia
Jokowi Pelajari Tata Kelola Canberra untuk Bangun Ibu Kota Baru RI
Komisi I Sebut Jokowi Sudah Kode Keras Tolak Pulangkan WNI eks Kombatan ISIS
Puan Minta Pemerintah Gencar Sosialisasi Omnibus Law ke Masyarakat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini