Jelang pemilu, popularitas Geert Wilders malah turun
Merdeka.com - Sekitar 13 juta pemilih Belanda akan memberikan suara mereka untuk mencari pemimpin baru hari ini, Rabu (15/3). Salah satu calon pemimpin Belanda adalah Geert Wilders, yang juga dikenal sebagai politisi anti-Islam.
Sayangnya, tepat di hari pemilihan popularitas sang politikus menurun. Dilansir dari AFP, elektabilitas Mark Rutte, meningkat jauh di atas Wilders dengan raihan 24-28 kursi.
Popularitas Rutte yang juga menjabat sebagai perdana menteri saat ini, bertahan usai dirinya terus menyoroti kinerja yang dicapai selama memimpin Negeri Kincir Angin sejak 2010.
Enam tahun terakhir menjabat sebagai perdana menteri, Rutte berusaha untuk terus menstabilkan pertumbuhan ekonomi Belanda. Di akhir jabatannya, Rutte bahkan bertindak tegas menghadapi ketegangan hubungan negaranya dengan Turki.
"Ketika warga mencari kepemimpinan, mereka mencari saya," ujar Rutte dalam debat pemilu kemarin.
Popularitas Wilders membuat dia hanya mendapat 19-22 kursi partai di parlemen. Padahal, selama kampanye Wilders selalu menggaungkan sejumlah isu, terutama keamanan nasional dan imigran.
Saat kampanye, Wilders selalu berjanji akan menutup perbatasan bagi imigran muslim. Dia juga mengatakan akan menutup masjid dan melarang penjualan Alquran.
Janji terakhirnya jika menang dalam pemilu, Wilders akan menarik Belanda keluar dari keanggotaan Uni Eropa.
Meski gaya kampanyenya menarik perhatian kaum nasionalis dan populis, namun sejumlah warga Belanda masih merasa misi politikus Partai Kebebasan (PVV) itu kurang baik.
"Dia berhak mengutarakan suara dan gagasannya, tapi sejauh ini dia tak pernah memberikan solusi apapun. Dia hanya menimbulkan ketakutan," ungkap Niels, salah seorang warga Belanda.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya