KSOP Samarinda Pastikan Kebakaran KM Prince Soya Tak Ganggu Arus Penumpang

Insiden kebakaran KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda tidak akan mengganggu jadwal pelayaran. KSOP Samarinda siapkan langkah mitigasi dan kapal pengganti untuk ribuan penumpang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KSOP Samarinda Pastikan Kebakaran KM Prince Soya Tak Ganggu Arus Penumpang
Insiden kebakaran KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda tidak akan mengganggu jadwal pelayaran. KSOP Samarinda siapkan langkah mitigasi dan kapal pengganti untuk ribuan penumpang. (AntaraNews)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda memastikan bahwa insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Prince Soya tidak akan mengganggu kelancaran arus transportasi laut penumpang. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di area Pelabuhan Samarinda, namun otoritas pelabuhan telah mengambil langkah cepat untuk mitigasi.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah mitigasi menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan jadwal pelayaran ribuan penumpang tidak telantar akibat insiden kebakaran KM Prince Soya yang terjadi.

Otoritas pelabuhan telah menyiapkan skema pengalihan penumpang ke armada kapal pengganti yang telah terbukti memiliki standar kelayakan mumpuni. Langkah taktis ini diambil mengingat kapal berkapasitas 1.800 orang itu sedianya dijadwalkan bertolak melayani rute pelayaran pada hari Minggu pukul 14.00 WITA.

Mitigasi Cepat KSOP Samarinda untuk Penumpang

KSOP Kelas I Samarinda bergerak cepat setelah insiden kebakaran KM Prince Soya untuk menjamin hak-hak penumpang terpenuhi. Seluruh hak penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket pelayaran secara daring dipastikan tetap terpenuhi secara utuh melalui armada kapal pengganti yang telah disiagakan oleh pihak otoritas pelabuhan.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, menekankan komitmen mereka dalam menjaga kelancaran operasional dan keamanan penumpang. Penyiapan kapal pengganti adalah bagian dari upaya mitigasi untuk mencegah dampak insiden terhadap jadwal perjalanan. Langkah ini menunjukkan kesiapan KSOP dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran KM Prince Soya.

Dengan kapasitas KM Prince Soya yang mencapai 1.800 orang, pengalihan penumpang menjadi prioritas utama. Proses ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh calon penumpang. KSOP Samarinda berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk kelancaran proses ini.

Kronologi dan Penanganan Kebakaran KM Prince Soya

Insiden darurat kebakaran KM Prince Soya pertama kali terdeteksi oleh petugas jaga pelabuhan sekitar pukul 11.02 WITA di area Pelabuhan Samarinda pada Sabtu. Kepulan asap hitam pekat yang bersumber dari bagian dek kapal langsung memicu respons tanggap darurat dari tim gabungan pemadam kebakaran.

Yuliansyah menjelaskan bahwa tindakan petugas jaga sangat sigap dalam menghadapi kebakaran KM Prince Soya. Mereka segera menghubungi pimpinan untuk mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pelindo guna segera mengerahkan armada pemadam kebakaran. Respons cepat ini menjadi kunci dalam penanganan awal insiden.

Upaya pemadaman langsung dilakukan secara terpadu dengan memfokuskan penyemprotan air pada area dek sebelah kanan kapal yang mengeluarkan api. Kesyahbandaran turut menerjunkan satu unit armada mobil pemadam kebakaran untuk mendukung percepatan proses penjinakan si jago merah di area dermaga.

Investigasi dan Peningkatan Keselamatan Pascakebakaran

Untuk sementara waktu, KSOP Kelas I Samarinda telah menyatakan bahwa insiden kebakaran KM Prince Soya ini dipicu oleh adanya indikasi permasalahan awal pada sebuah tangki yang berisi oli. Namun, tim ahli bersama aparat kepolisian saat ini masih melakukan investigasi lebih mendalam guna memastikan penyebab pasti dari munculnya musibah tersebut.

Dipastikan tidak ada satupun korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut karena kapal penumpang komersial itu sedang dalam kondisi bersandar dan kosong. Informasi ini memberikan kelegaan di tengah kekhawatiran yang mungkin muncul akibat kebakaran KM Prince Soya.

Yuliansyah menegaskan komitmen KSOP untuk terus memperketat pengawasan standar keselamatan pelayaran pascainsiden ini. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan seluruh pengguna jasa transportasi laut di wilayah kerja KSOP Samarinda. Peningkatan pengawasan diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi