Ini Spesifikasi Pesawat B-2 Bomber AS yang Jatuhkan Bom ke Situs Nuklir Iran, Mampu Bawa 16 Bom Nuklir

Pejabat AS mengonfirmasi penggunaan pembom siluman B-2 dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, ungkap fakta penting di balik operasi tersebut.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Ini Spesifikasi Pesawat B-2 Bomber AS yang Jatuhkan Bom ke Situs Nuklir Iran, Mampu Bawa 16 Bom Nuklir
Ini Spesifikasi Pesawat B-2 Bomber AS yang Jatuhkan Bom ke Situs Nuklir Iran, Mampu Bawa 16 Bom Nuklir (Merdeka.com)

Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. Targetnya adalah Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini dikonfirmasi oleh Presiden Donald Trump. Serangan tersebut melibatkan pesawat pengebom siluman B-2. Pesawat ini dikenal karena kemampuannya membawa bom penetrasi bunker yang sangat besar. Informasi ini diungkapkan oleh seorang pejabat AS.

US B-2 Bomber, yang dikenal juga sebagai B-2 Spirit atau Stealth Bomber, adalah pesawat pengebom strategis berat milik Amerika Serikat. Pesawat ini dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara yang paling ketat sekalipun.

Pesawat ini memiliki desain sayap terbang subsonik dan dioperasikan oleh dua awak. Northrop (kemudian menjadi Northrop Grumman) bertindak sebagai kontraktor utama dalam proyek ini. Sementara itu, Boeing, Hughes, dan Vought berperan sebagai subkontraktor utama. Proses produksi berlangsung dari tahun 1988 hingga 2000.

Meskipun sangat canggih, jumlah unit yang diproduksi terbatas, hanya 21 unit. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang sangat tinggi. Mari kita telaah lebih lanjut mengenai kemampuan dan sejarah operasional dari US B-2 Bomber ini.

Dilansir USA Today , salah satu keunggulan utama B-2 Spirit adalah teknologi silumannya. Teknologi ini memungkinkan pesawat untuk menghindari deteksi radar. Hal ini memberikan keunggulan signifikan dalam misi serangan berisiko tinggi. Selain itu, B-2 juga memiliki kemampuan membawa berbagai jenis senjata.

US B-2 Bomber mampu membawa senjata konvensional dan nuklir. Di antaranya hingga delapan puluh bom berpemandu GPS Mk 82 seberat 230 kg, atau enam belas bom nuklir B83 seberat 1.100 kg. B-2 adalah satu-satunya pesawat yang diakui beroperasi yang dapat membawa senjata jarak jauh udara-ke-permukaan dalam konfigurasi siluman.

Tidak hanya itu, B-2 juga mampu membawa GBU-57 Massive Ordnance Penetrator. Ini adalah bom presisi berat yang dirancang untuk menghancurkan target yang terkubur dalam. Kemampuan ini menjadikan B-2 sebagai aset strategis yang sangat berharga.

US B-2 Bomber memiliki jangkauan sekitar 6.000 mil laut (11.000 km) tanpa pengisian bahan bakar. Jangkauannya dapat diperpanjang hingga lebih dari 10.000 mil laut (19.000 km) dengan satu kali pengisian bahan bakar di udara. Pesawat ini dapat terbang pada ketinggian hingga 50.000 kaki (15.000 m).

Sebagai pembom multi-peran, B-2 mampu mengirimkan amunisi konvensional dan nuklir. Ketahanan B-2 juga menjadikannya salah satu pesawat paling tangguh di dunia. Kombinasi antara jangkauan, daya angkut, dan ketahanan menjadikannya aset yang tak ternilai harganya.

Pengembangan B-2 dimulai di bawah proyek Advanced Technology Bomber (ATB) selama pemerintahan Carter. B-2 pertama kali digunakan dalam pertempuran untuk menjatuhkan persenjataan konvensional, non-nuklir dalam Perang Kosovo tahun 1999. Sejak itu, B-2 telah digunakan di Irak, Afghanistan, Libya, Yaman, dan Iran.

Biaya produksi US B-2 Bomber sangat tinggi. Biaya rata-rata sekitar $2,13 miliar per pesawat (pada saat produksi). Northrop Grumman terus memodernisasi B-2 untuk memastikan kemampuannya menghadapi ancaman global yang berkembang.

Program peningkatan meningkatkan kemampuan mematikan B-2. Selain itu, juga meningkatkan kemampuannya untuk mengumpulkan, memproses, dan menyebarkan informasi medan perang. Serta kemampuannya untuk menerima informasi target yang diperbarui selama misi.

Meskipun sangat mahal, kemampuan B-2 untuk menembus pertahanan udara yang canggih dan mengirimkan senjata konvensional dan nuklir membuatnya menjadi aset strategis yang penting. Saat ini, B-2 digantikan oleh Northrop Grumman B-21 Raider.

Rekomendasi