Ilmuwan temukan rahasia gelap kuburan massal kuno di Peru

Sabtu, 28 April 2018 12:15 Reporter : Farah Fuadona
Ilmuwan temukan rahasia gelap kuburan massal kuno di Peru Penemuan kuburan massal anak-anak di Peru. National Geographic

Merdeka.com - Sisa-sisa kerangka 140 anak-anak dan 200 bayi ilamas, hewan mirip unta berasal dari Amerika Selatan, ditemukan di pantai utara Peru. Ini mungkin jadi bukti terbesar dalam pengorbanan anak terbesar sepanjang sejarah.

Dalam laporan yang diterbitkan National Geographic pada Kamis (26/4), menuliskan pengorbanan ini diyakini telah terjadi 550 tahun yang lalu di Kekaisaran Chimú pra-Kolumbia, di sebuah situs kurban yang sebelumnya dikenal sebagai Huanchaquito-Las Llamas, dekat dengan situs Warisan Dunia UNESCO Chan Chan, di kota modern Trujillo.

Foto yang dirilis National Geographic menunjukkan lebih dari selusin tubuh yang diawetkan terkubur di pasir kering selama lebih dari 500 tahun.

Lokasi penggalian kuburan massal anak-anak di Peru National Geographic


Anak-anak itu diperkirakan berusia antara 5 hingga 14 tahun. Sedangkan kerangka bayi ilamas diperkirakan berusia kurang dari 18 bulan.

"Sisa-sisa kerangka itu menunjukkan adanya bukti sayatan besar di dada serta patah tulang rusuk pada anak-anak dan hewan," kata laporan itu, dikutip dari CNN, Minggu (28/4).

Kemungkinan ritual itu dilakukan untuk mengambil jantung mereka. Bukti memperlihatkan bagian tulang dada mereka yang telah robek.

Bukti lain menunjukkan jika wajah anak-anak itu diolesi cinnabar, bebatuan berwarna merah bata yang pada zaman kuno digunakan sebagai pengobatan.

"Hal yang sama juga ditemukan pada wajah ilamas," kata laporan itu.

Menurut National Geographic, kerangka anak-anak itu dikubur menghadap ke barat, ke arah laut. Sedangkan bayi-bayi ilamas dikubur menghadap ke timur, menuju puncak Andes yang tinggi.

Berdasarkan bukti dari lapisan lumpur kering, laporan menyatakan percaya bahwa semua pengorbanan manusia dan hewan terjadi pada saat yang sama.

Laporan juga menyebutkan soal temuan tiga orang dewasa yang ditemukan memiliki trauma di kepala. Ilmuwan terkemuka percaya bahwa mereka juga merupakan bagian dari pengorbanan.

Sejak pertama pertama kali ditemukan pada 2011, situs itu menjadi berita utama setelah penemuan 42 kerangka anak dan 76 ilamas selama penggalian. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini