Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hindari umroh murah tersandera hotel, ini 4 tips buat calon jemaah

Hindari umroh murah tersandera hotel, ini 4 tips buat calon jemaah Ilustrasi kegiatan umroh. ©2015 merdeka.com/rahmat hidayat

Merdeka.com - Kasus travel umroh dan haji 'nakal' jamak terjadi. Kementerian Agama dan Kepolisian mencatat setiap tahun ada saja laporan wanprestasi dari biro perjalanan ke Tanah Suci. Mulai dari jemaah batal diberangkatkan ke tanah suci, pelarian uang muka, hingga kasus terbaru 'penyanderaan' 49 jemaah oleh hotel di Jeddah karena biro travel tak melunasi ongkos sewa kamar.

Tercatat 49 jemaah umroh yang dipandu Biro Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) asal Bogor, seharusnya pulang ke Tanah Air 14 Mei lalu. Rencana mereka morat-marit setelah paspor seluruh peserta jadi jaminan pelunasan kepada hotel.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Rabu (20/5), segera melakukan kontak dengan biro tersebut. Namun Ustaz Ali yang berperan sebagai pemandu perjalanan jemaah 'kabur' dan tidak diketahui keberadaanya.

Fokus pemerintah kini melobi manajemen penginapan agar mengizinkan paspor para WNI itu dikembalikan. Soal tuntutan hukum pada JMBI, akan diupayakan belakangan. Apalagi sebagian jemaah sudah berusia lanjut.

"Prioritasnya itu, kemudian mereka akan segera pulang kembali," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, kepada merdeka.com kemarin.

umroh

Para jemaah JMBI akhirnya terpaksa membeli sendiri tiket pesawat yang ditaksir mencapai Rp 7 juta. Sekalipun begitu, mereka berniat menyelesaikan kasus tersebut sesampainya di tanah air.

Merdeka.com menelusuri kejanggalan yang terjadi dalam kasus JMBI, di mana paspor yang bersifat pribadi malah dipindahtangankan ke pihak biro. Seharusnya saat berpergian ke luar negeri, paspor adalah dokumen penting yang harus dipegang oleh WNI bersangkutan.

Iqbal mengingatkan bahwa paspor adalah dokumen negara sekaligus 'nyawa' bagi setiap WNI di luar negeri. "Harusnya hotel tidak menyandera mereka."

Menurut biro umrah ternama yang dihubungi merdeka.com, Maktour dan Navahajiumroh, prosedur menyerahkan paspor kepada sang ustaz pemandu ternyata lazim dilakukan dalam bisnis umroh.

Biro perjalanan beralasan pengumpulan paspor itu didasari alasan pengamanan. "Pihak biro tidak mau kecolongan dengan adanya jemaah yang kabur, lalu menjadi imigran gelap dengan berpura-pura menjalani ibadah haji atau umroh," ungkap Yanto, staf Navahajitour kepada Merdeka.com, Rabu, (20/5).

Saat disinggung mengenai kasus jemaah JMBI yang mengalami masalah akibat jemaah menyerahkan paspornya pada pemandu, Yanto mengklaim itu kasuistis.

"Ketika seluruh urusan administrasi dari berangkat hingga pulang sudah diselesaikan, maka tidak ada penggunaan paspor sebagai jaminan," tambahnya.

Lebih dari itu, masalah utama JMBI adalah kasus klise dari paket umroh murah. Untuk ibadah selama sembilan hari, dengan hotel strategis di Makkah dan Madinah, biro perjalanan ini cuma mematok tarif Rp 12 juta. Tarif itu tidak masuk akal mengingat kini adalah musim puncak ibadah umrah.

Dirjen Haji dan Umroh Kemenag Abdul Jamil mengatakan ada batas biaya minimum ibadah umroh, yaitu sebesar Rp 18 juta. Jika tarif jauh di bawah itu, wajib diwaspadai.

"Kalau tidak mampu jangan dipaksakan. Itu ibadah umroh dan haji tidak wajib," tuturnya.

Amin Ahmad, Direktur Utama Balubaid tours & travel juga mengungkapkan kekhawatiran melihat maraknya agen umroh ugal-ugalan menawarkan tarif murah untuk ibadah lebih dari seminggu.

Selama empat tahun menjalankan bisnis agen travel, Amin melihat banyak penipuan yang dilakukan oleh perusahaan travel abal-abal. Biaya umroh yang ditawarkan tak masuk akal karena untuk membayar tiket pesawat saja tidak cukup.

"Saya enggak ngerti kenapa bisa banyak travel yang nggak punya izin tapi bisa memberangkatkan jemaah umroh. Akhirnya ketahuan banyak yang menipu. Jemaah terlantar dan uangnya hilang. Ada semacam pembiaraan hingga preman-preman travel ini berkeliaran," kata Amin.

Demi menghindari cerita-cerita nahas yang kerap terulang, perlulah diperhatikan beberapa langkah sebelum beribadah ke tanah suci. Apalagi bila perjalanan kita memakai paket umroh yang terlalu murah.

Berikut rangkumannya oleh merdeka.com: (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP