Gadis muslim AS dibunuh usai pulang dari masjid

Senin, 19 Juni 2017 19:45 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Ilustrasi Penculikan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Kepolisian Virginia menemukan jasad diyakini sebagai gadis 17 tahun yang hilang setelah diculik. Remaja ini dinyatakan hilang usai meninggalkan masjid di Sterling, Virginia, dekat Washington DC, Amerika Serikat.

Komunitas Muslim Seluruh Wilayah Dulles (ADAMS) di Sterling mengidentifikasi gadis yang hilang bernama Nabra.

Media lokal melaporkan Nabra baru saja menyelesaikan tahun keduanya di SMU.

"Kami sangat hancur dan sedih, sebagai komunitas kami menilai insiden ini sangat traumatik," ujar ADAMS dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Aljazeera, Senin (19/6).

Menurut mereka, ini saatnya berdoa bersama dan saling menjaga, terutama para remaja.

Nabra terakhir terlihat bersama kelompok remaja masjid pada Minggu dini hari usai makan di restoran 24 jam dekat masjid. Dia ke masjid itu untuk menjalankan salat selama Ramadan.

Sementara itu, dari laporan polisi setempat, para remaja masjid ini sempat bertemu dengan pengendara motor, mereka kemudian berhasil kabur. Polisi sementara menahan dan menuduh Darwin Martinez Torres (22) atas kematian Nabra.

Meski demikian, lewat konferensi pers, humas Kepolisian Fairfax TJ Wright menyebutkan tak ada indikasi pembunuhan lantaran Islamofobia.

"Namun kita masih menyelidiki kasus ini," tutupnya. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Muslim
  3. Penculikan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.