FOTO: Sedihnya Anak-Anak Palestina di Jalur Gaza Dihantui Penyakit Mematikan Ini
Perang berkepanjangan menempatkan anak-anak Palestina dalam kondisi menyedihkan. Selain menderita kelaparan, mereka kini juga dihantui penyakit mematikan.
Peperangan berkepanjangan menempatkan anak-anak Palestina di Jalur Gaza dalam kondisi menyedihkan. Selain menderita kelaparan, mereka kini juga dihantui penyakit mematikan, yaitu meningitis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan kasus meningitis pada anak-anak di Jalur Gaza di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas.
Dalam pernyataannya, WHO menyebut sejumlah faktor yang memperparah situasi kesehatan masyarakat di Gaza, antara lain sanitasi yang buruk, akses layanan kesehatan yang sangat terbatas, serta terganggunya program vaksinasi rutin.
WHO juga mengungkapkan bakteri penyebab meningitis yang menyebar melalui udara dinilai sangat berisiko, terutama bagi para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda padat tanpa ventilasi memadai.
Sejak konflik memuncak pada 7 Oktober 2023, lebih dari 2 juta warga Gaza terpaksa mengungsi, menyusul serangan militer Israel yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, hingga kini lebih dari 57.000 warga Palestina tewas, sebagian besar di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak.
PBB juga menyebut bahwa 80% wilayah Gaza kini telah menjadi zona militer Israel, memaksa warga sipil terus berpindah-pindah ke wilayah-wilayah pengungsian yang semakin padat dan tidak memadai secara kesehatan maupun logistik.
Situasi rumah sakit di Gaza juga semakin mengkhawatirkan. Banyak fasilitas medis telah rusak atau berhenti beroperasi, sementara rumah sakit yang tersisa menghadapi lonjakan pasien, kekurangan tempat tidur, serta minimnya stok antibiotik yang dibutuhkan untuk menangani penyakit menular seperti meningitis.
WHO dan badan-badan kemanusiaan internasional mendesak akses kemanusiaan yang lebih luas dan aman untuk memasok kebutuhan dasar, termasuk obat-obatan, air bersih, serta pemulihan layanan imunisasi. Tanpa intervensi segera, krisis kesehatan anak di Gaza dikhawatirkan akan terus memburuk.
Potret Anak-Anak Palestina di Jalur Gaza Dihantui Penyakit Meningitis
Seorang anak perempuan Palestina mencari jalan di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak beraktivitas di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Seorang anak beraktivitas di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak tampak berada di dekat tenda pengungsiannya yang berdiri di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak tampak berada di dekat tenda pengungsiannya yang berdiri di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak bermain di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak bermain di antara reruntuhan bangunan yang dihantam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 10 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)