Dijadikan Target Pembunuhan Israel, Khamenei Tunjuk Tiga Calon Penggantinya: Sosok Ulama Senior

Di mana posisi terkini Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei?

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Dijadikan Target Pembunuhan Israel, Khamenei Tunjuk Tiga Calon Penggantinya: Sosok Ulama Senior
Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei (Dok. AFP) (© 2025 Liputan6.com)

Israel terang-terangan menargetkan pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Khamenei langsung mengambil langkah.

Dia menunjuk tiga ulama senior sebagai calon penggantinya jika ia terbunuh. Sebagaimana dilaporkan oleh New York Times pada Senin (23/6/2025).

Ayatullah Khamenei kini bersembunyi di sebuah bunker rahasia dan menghindari penggunaan komunikasi elektronik. Dia berinteraksi melalui perantara tepercaya. Menurut keterangan tiga pejabat Iran yang mengetahui rencana darurat kepemimpinan negara tersebut.

Khamenei juga telah menyiapkan rantai komando pengganti di kalangan militer jika para jenderalnya terbunuh. Kkeputusan paling mencolok dalam langkah politiknya adalah menunjuk tiga calon penerus.

Penunjukan calon pengganti tersebut disampaikan langsung kepada Majelis Ahli, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru, dengan instruksi untuk segera mengambil keputusan jika ia gugur.

"Prioritas utama adalah kelangsungan negara," ungkap Vali Nasr, seorang pakar Iran dan profesor hubungan internasional di Johns Hopkins University.

"Segalanya disusun secara pragmatis."

Biasanya, proses suksesi pemimpin tertinggi di Iran berlangsung lambat dan penuh perdebatan di kalangan ulama. Namun, dalam situasi negara yang tengah dilanda perang besar ini, Khamenei ingin memastikan bahwa transisi kepemimpinan dapat berlangsung cepat dan terkendali.

Langkah-langkah darurat ini diambil seiring dengan meningkatnya serangan Israel, yang merupakan serangan militer terbesar terhadap Iran sejak Perang Iran-Irak di tahun 1980-an.

Iran kini telah mulai melancarkan serangan balasan setiap hari, yang menyasar berbagai lokasi seperti rumah sakit di Israel, kilang minyak di Haifa, serta tempat ibadah dan permukiman.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini semakin memperburuk situasi. Dalam pidato yang disampaikan dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menyerang tiga lokasi nuklir Iran, termasuk fasilitas bawah tanah di Fordo.

"Tujuan kami adalah menghilangkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman dari negara sponsor terorisme nomor satu dunia," kata Trump.

Meskipun Iran berada di bawah tekanan yang sangat besar, struktur kepemimpinan negara ini masih dianggap berfungsi, meskipun sempat mengalami guncangan. Pemimpin Iran, Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, tampaknya menyadari bahwa serangan terhadap dirinya adalah ancaman yang nyata.

Dia telah menyampaikan dua pidato publik melalui video, dengan latar belakang tirai cokelat dan bendera Iran, menyatakan bahwa rakyat Iran akan melawan "perang yang dipaksakan." Biasanya, Khamenei tinggal di kompleks tertutup yang dikenal sebagai beit rahbari, tetapi keputusan untuk mundur ke bunker menunjukkan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan oleh perang ini.

Israel melancarkan serangan dari dua front, yaitu udara dan darat. Serangan udara menargetkan pangkalan militer, fasilitas nuklir, serta rumah-rumah ilmuwan dan komandan Iran. Di sisi lain, jaringan agen rahasia Israel diperkirakan telah menyusup ke wilayah Iran, meluncurkan drone ke infrastruktur penting.

Para pejabat Iran mengakui bahwa negara mereka mengalami kebocoran besar dalam sistem keamanan dan intelijen.

"Semua komandan senior kami terbunuh dalam waktu satu jam," kata Mahdi Mohammadi, penasihat parlemen Iran, dalam sebuah rekaman yang menganalisis jalannya perang. Ia juga menambahkan bahwa Iran gagal mendeteksi rencana yang telah disusun selama berbulan-bulan oleh Israel untuk menyelundupkan rudal dan drone ke dalam negeri.

Kementerian Intelijen Iran memberikan respons yang tegas dengan menginstruksikan para pejabat dan komandan untuk tidak menggunakan perangkat elektronik serta tetap berada di tempat yang aman. Komunikasi dengan dunia luar dihentikan, akses internet dibatasi, dan panggilan internasional pun diblokir.

"Kami menjaga keamanan negara dengan mematikan internet," ungkap juru bicara presiden.

Selain itu, pemerintah meminta masyarakat untuk melaporkan individu atau kendaraan yang mencurigakan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi bahkan memberikan ultimatum kepada siapa pun yang berkolaborasi dengan musuh untuk menyerahkan diri sebelum hari Minggu, atau mereka akan menghadapi konsekuensi berat, termasuk eksekusi.

Di tengah situasi yang tegang, suasana di Teheran mengalami perubahan yang signifikan. Banyak distrik yang padat penduduknya dievakuasi, dan jalan-jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan kini tampak sepi. Pos pemeriksaan didirikan di setiap akses masuk dan keluar kota.

Namun, di balik kekacauan ini, semangat nasionalisme mulai muncul. Mohammad Ali Abtahi, seorang politisi reformis dan mantan wakil presiden Iran, menyatakan bahwa konflik ini telah menyatukan masyarakat yang biasanya terpecah dalam perbedaan politik.

Dukungan terhadap pemimpin Khamenei juga semakin kuat, termasuk dari kelompok yang sebelumnya kritis terhadap pemerintah.

"Perang ini telah meredakan perpecahan internal," ucap Abtahi.

Sentimen solidaritas ini juga terlihat di platform media sosial. Aktivis, dokter, seniman, atlet, dan tokoh publik lainnya menunjukkan dukungan terhadap tanah air mereka.

"Kita mungkin tidak selalu sepakat, tapi tanah Iran adalah garis merah kita," tulis Saeid Ezzatollahi, seorang pemain tim nasional Iran.

Selain itu, solidaritas sipil semakin berkembang, di mana hotel dan gedung pernikahan membuka pintunya bagi para pengungsi dari Teheran. Para psikolog memberikan terapi daring secara gratis, sementara supermarket menawarkan diskon untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Meskipun perang masih berlangsung, Iran bertekad untuk menjaga keberlangsungan negaranya, bahkan jika harus mengorbankan pemimpin tertingginya.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi