AS Beri Bantuan Militer Rp360 Triliun untuk Israel Selama Dua Tahun Konflik Gaza

Besarnya angka itu dilakukan di era kepemimpinan Joe Biden dan Donald Trump.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
AS Beri Bantuan Militer Rp360 Triliun untuk Israel Selama Dua Tahun Konflik Gaza
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (4/2/2025). (Dok. AP Photo/Evan Vucci) (© 2025 Liputan6.com)

Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Joe Biden dan Donald Trump telah memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar USD 21,7 miliar atau sekitar Rp360 triliun sejak konflik di Gaza dimulai dua tahun lalu.

Temuan ini berasal dari sebuah penelitian akademis yang dirilis pada Selasa (7/10), bertepatan dengan dua tahun peringatan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu konflik tersebut.

Sebuah studi lain yang diterbitkan oleh proyek Costs of War di Watson School of International and Public Affairs, Universitas Brown, menyatakan bahwa AS telah mengeluarkan lebih dari USD 10 miliar untuk bantuan keamanan dan operasi di kawasan Timur Tengah dalam dua tahun terakhir.

Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh AP. Meskipun kedua laporan ini mengandalkan sebagian besar sumber terbuka, hasilnya memberikan gambaran yang cukup komprehensif mengenai seberapa besar bantuan militer AS kepada sekutu dekatnya, Israel, serta estimasi biaya keterlibatan militer langsung AS di wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan mengenai jumlah bantuan militer yang telah diberikan kepada Israel sejak Oktober 2023.

Pertanyaan terkait hal ini dirujuk oleh Gedung Putih kepada Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), yang hanya menangani sebagian dari total bantuan yang disalurkan.

Laporan-laporan yang mengkritik Israel dengan tajam menyebutkan bahwa Israel tidak akan mampu melanjutkan serangan militernya yang intensif terhadap Hamas di Gaza tanpa dukungan dari Amerika Serikat.

Selain itu, mereka mengungkapkan bahwa puluhan miliar dolar bantuan tambahan untuk Israel telah direncanakan melalui berbagai perjanjian bilateral.

Dalam laporan utama, dinyatakan bahwa AS memberikan bantuan sebesar USD 17,9 miliar kepada Israel pada tahun pertama perang, saat Presiden Biden masih menjabat, dan USD 3,8 miliar pada tahun kedua.

Sebagian dari bantuan militer tersebut telah disalurkan, sedangkan sisanya direncanakan akan dikirim dalam beberapa tahun mendatang.

Laporan ini disusun dengan kolaborasi dari Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berlokasi di Washington.

Lembaga tersebut telah dituduh oleh beberapa kelompok pro-Israel sebagai bersikap isolasionis dan anti-Israel, tuduhan yang secara tegas dibantah oleh Quincy Institute.

Di sisi lain, laporan kedua yang mengkaji pengeluaran AS untuk operasi militer di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman dan fasilitas nuklir Iran, memperkirakan biaya tersebut berkisar antara USD 9,65 miliar hingga USD 12 miliar sejak 7 Oktober 2023, dengan rincian antara USD 2 miliar hingga USD 2,25 miliar untuk serangan di Iran dan biaya terkait pada bulan Juni.

Rekomendasi