Arkeolog Temukan Reruntuhan Gerbang Situs Suci di Kota Berusia 2900 Tahun, Berasal dari Peradaban Tertua Eropa
Ditemukan juga dasar piramida yang melengkapi dasar kapak ganda yang lebih dulu ditemukan.
Penggalian terbaru di sebuah situs peradaban Minos tepatnya di istana Minos Archanes di Pulau Kreta, Yunani, berhasil mengungkap penemuan penting berupa sebuah gerbang situs suci.
Kota Minos Archanes sendiri dibangun sekitar tahun 1900 SM yang terletak di sebuah lembah tertutup berjarak 15 kilometer dari istana Knossos. Situs ini ditemukan pertama kali pada tahun 1960-an.
Dilansir Arkeonews, salah satu elemen yang baru-baru ini ditemukan di istana Minos ini adalah Portico Sanctuary atau gerbang suci.
“Itu adalah gerbang tempat suci elemen unik yang ditemukan pertama kali di istana Minos di luar pintu masuk utamanya di tempat yang sama di mana empat altar ditemukan, serta dua pilar konstruksi batu dari panggung,” kata Kementerian Kebudayaan Yunani dalam keterangannya.
“Secara keseluruhan bangunan tersebut menunjukkan pentingnya tempat itu sebagai situs keagamaan."
Selain temuan gerbang suci, penggalian ini juga berhasil menemukan sebuah dasar piramida yang melengkapi dasar kapak ganda yang lebih dulu ditemukan.
Penghormatan Untuk Dewa-Dewi
Kementerian Kebudayaan Yunani lebih lanjut menegaskan, penggalian yang dipimpin arkeolog bernama Dr EfI Sapouna Sakellarakis membantu melengkapi citra bangunan tiga lantai yang sangat penting bagi pengembangan peradaban Minos.
Penggalian ini sebenarnya bertujuan untuk memperjelas beberapa sisa arsitektur kompleks, tetapi hasilnya jauh di luar dugaan. Di bagian selatan situs, area seluas 96 meter persegi digali di halaman yang terletak di selatan pintu masuk dengan altar-altar yang disebutkan sebelumnya.
Tempat suci di pintu masuk merupakan hal yang lazim di Kreta Minoa, sebagaimana dibuktikan oleh penemuan-penemuan lain yang menghormati dewa-dewi setempat.
Salah satu contoh yang paling terkenal adalah pemujaan terhadap Eileithyia Prothyraia, dewi Kreta yang menjaga ambang pintu dan melambangkan hubungan antara tanah suci dan tanah profan.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti