Arkeolog Temukan Pion Catur dan Dadu dari Sebuah Kastil Terpencil, Terbuat dari Tanduk dengan Kondisinya Masih Utuh
Arkeolog menemukan koleksi potongan permainan abad pertengahan di sebuah kastil yang terlupakan di Jerman selatan.
Di antara penemuannya adalah catur, bidak permainan, dan dadu yang masih dalam kondisi baik, berasal dari abad ke-11 hingga ke-12 Masehi.
Dilansir dari BBC, permainan catur sudah ada di Eropa sejak satu milenium yang lalu, permaianan ini diketahui berasal dari Timur.
Dalam penggalian arkeologi terbaru, arkeolog menemukan sebuah bidak catur yang berbentuk kuda atau ksatria
Advertisement
dengan kondisi yang baik di sebuah kastil yang terlupakan di Jerman Selatan.
Penemuan ini merupakan bagian dari koleksi permainan unik, yang juga mencakup bidak dan dadu permainan lainnya.
Saat ini, bukti budaya permainan awal ini sedang diperiksa oleh tim ahli internasional dari Institut Arkeologi Jerman (DAI), Kantor Negara untuk Pelestarian Monumen Baden-Württemberg (LAD), dan Universitas Tübingen.
Analisis laboratorium terhadap residu warna menunjukkan bahwa salah satu pihak bermain dengan warna merah.
Jejak keausan yang biasa terjadi menunjukkan kuda itu diangkat seperti permainan saat ini selama bergerak, menunjukkan kesinambungan yang mencengangkan dalam aturan permainan.
Sebelumnya, arkeolog juga menemukan artefak langka yaitu bidak catur dan potongan permainan untuk game papan lainnya dari abad ke-13 di Eropa Tengah, yang ditemukan dalam kondisi baik.
Advertisement
“Pada Abad Pertengahan, catur adalah salah satu dari tujuh keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang ksatria yang baik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penemuan-penemuan yang diketahui sebagian besar berasal dari kastil,” jelas Dr Jonathan Scheschkewitz (LAD).
“Penemuan seluruh koleksi permainan dari abad ke-11 dan ke-12 sangat mengejutkan kami, dan bidak ksatria berbentuk kuda adalah sorotan utama,” kata Dr Lukas Werther (DAI).
Penemuan ini dilakukan di sebuah kastil tak dikenal di negara bagian Reutlingen, negara bagian Baden-Württemberg, Jerman selatan.
“Mereka tergeletak di bawah puing-puing tembok
Advertisement
tempat mereka hilang atau disembunyikan pada Abad Pertengahan,” kata Dr Michael Kienzle (Universitas Tübingen).
Cakupan tersebut berkontribusi pada permukaan temuan yang terpelihara dengan sangat baik. “Di bawah mikroskop, kemilau khas dari memegang dan memindahkan potongan dapat terlihat,” jelas Dr Flavia Venditti dari Universitas Tübingen.
Selain bidak catur, ditemukan empat buah permainan berbentuk bunga, serta sebuah dadu bermata enam yang diukir dari tanduk.
Mata dan surai figur kuda setinggi 4 cm ini dibentuk secara jelas. Desain yang rumit ini merupakan ciri khas bidak catur berkualitas tinggi dari periode ini.
Sisa cat merah yang ditemukan pada bidak berbentuk bunga saat ini sedang dianalisis secara kimiawi.
Para peneliti berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul catur Eropa dan dunia, permainan kaum bangsawan abad pertengahan dengan meneliti lebih dalam temuan ini.