Arkeolog akhirnya mengetahui makam kuno berisi kerangka sosok perempuan di selatan Turki adalah makam seorang dukun.
Dalam kehidupan, seperti juga dalam kematian, ilmuwan menduga wanita Neolitikum awal itu 'menyatu dengan' hewan-hewan yang biasa berkeliaran di tepian Sungai Tigris.
Pada 2019 kerangka perempuan itu ditemukan di sebuah pemukiman berusia 12.000 tahun bernama Cemka Hoyuk.
Makamnya menjadi semacam kebun binatang yang sesungguhnya karena berisi berbagai fauna lokal.
Terkubur di bawah lempengan batu kapur yang dulunya merupakan rumah bundar kuno, tulang-tulang perempuan itu ditemukan terkubur dengan rapi bersama tulang-tulang ayam hutan, mamalia mirip musang, domba atau kambing, karnivora mirip anjing, dan spesies sapi yang telah punah yang dikenal dengan nama aurochs.
Aurochs dianggap sebagai nenek moyang sapi liar masa kini, tetapi ilmuwan tidak menduga mereka telah dijinakkan di wilayah ini hingga beberapa ribu tahun kemudian. Semua hewan yang ada di kuburan itu dianggap liar.
Advertisement
Dunia mitos
Tengkorak auroch itu ditemukan dengan posisi terbalik di atas dada kerangka perempuan itu.
"Temuan ini memicu gagasan orang-orang yang hidup menetap di Çemka Höyük mengklasifikasikan hewan-hewan di lingkungan mereka dan mengaitkan makna yang berbeda kepada mereka," jelas tim peneliti yang berasal dari Universitas Mardin Artuklu dan Universitas Bitlis Eren di Turki, seperti dilansir Science Alert.
"Ini bisa dianggap perempuan yang dikubur di sini punya hubungan istimewa dengan dunia mitos."
"Sebelumnya tidak ada makam yang pernah ditemukan semacam ini di lokasi dan waktu serupa dengan ini, namun sejumlah peemuan di wilayah lain di Timur Tengah dipahami sebagai "jejak praktik perdukunan".
Misalnya, pada 2008, kerangka perempuan berusia 12.000 tahun lainnya ditemukan di Gua Hilazon Tachtit, Israel, yang juga terkubur bersama berbagai hewan. Ia juga diduga sebagai seorang dukun.
Advertisement
Tujuan spiritual
Paling tidak, perempuan yang dikubur di Çemka Höyük tampaknya merupakan anggota khusus dari komunitas pemburu, pengumpul, dan nelayan yang semi-bermukim. Ia meninggal antara usia 25 dan 30 tahun.
Bukti menunjukkan tulang-tulang auroch yang ditemukan di makam itu semuanya berasal dari hewan yang sama, yang berusia sekitar satu setengah atau dua tahun.
Potongan dalam pada beberapa tulangnya menunjukkan hewan itu disembelih untuk diambil dagingnya sebelum dikubur.
Meskipun hewan itu disembelih sebagai bagian dari persembahan, anehnya bagian yang mengandung daging itu hilang dari makam. Tulang-tulang itu tampaknya dipilih secara khusus untuk tujuan spiritual.
Tim ilmuwan menduga tengkorak auroch, misalnya, dapat mewakili kekuatan hewan yang masih hidup, mungkin ditambahkan ke makam untuk menjaga jasad di alam baka, atau untuk mencegah roh jahat kembali.
Peneliti mengakui ada banyak penafsiran berbeda yang dapat menjelaskan makam tersebut, dan semua hipotesis ini sangat sulit, jika tidak mustahil, untuk diuji.
Namun, meskipun jika makam itu tidak "menggambarkan pemakaman orang istimewa – seorang dukun perempuan", hal itu menunjukkan mereka yang menguburkannya memiliki kepercayaan pada animisme dan perdukunan.