Ahli Astronomi Temukan Sistem Bintang Ganda Berusia 2,7 Juta Tahun, Ada di Dekat Lubang Hitam Raksasa

Penemuan ini membuka wawasan baru tentang pembentukan bintang di lingkungan ekstrem.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ahli Astronomi Temukan Sistem Bintang Ganda Berusia 2,7 Juta Tahun, Ada di Dekat Lubang Hitam Raksasa
Ahli Astronomi Temukan Sistem Bintang Ganda Berusia 2,7 Juta Tahun, Ada di Dekat Lubang Hitam Raksasa (Merdeka.com)

Para ahli astronomi atau astronom baru-baru ini mengumumkan penemuan menarik mengenai sistem bintang ganda yang diberi nama D9, yang terletak sangat dekat dengan lubang hitam supermasif Sagittarius A (Sgr A) di pusat galaksi Bima Sakti. Penemuan ini menjadi sorotan karena sebelumnya, para ilmuwan meyakini sistem bintang ganda tidak mungkin bertahan hidup di lingkungan ekstrem dan turbulensi yang ada di sekitar lubang hitam.

Dengan gaya gravitasi yang sangat kuat, Sgr A, yang memiliki massa sekitar 4 juta kali massa matahari, seharusnya menyebabkan ketidakstabilan dan merusak sistem bintang ganda seperti D9. Sistem D9 terdiri dari dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Bintang-bintang ini tergolong muda, dengan perkiraan usia sekitar 2,7 juta tahun.

Salah satu dari bintang tersebut memiliki massa sekitar 2,8 kali massa matahari, sementara bintang lainnya memiliki massa sekitar 0,7 kali massa matahari. Kedua bintang ini mengorbit Sgr A pada jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 0,095 tahun cahaya. Meskipun demikian, para astronom memperkirakan kedua bintang ini akan bergabung menjadi satu bintang tunggal dalam waktu yang relatif singkat dalam skala kosmik, yaitu dalam beberapa dekade hingga milenium mendatang.

Penemuan sistem bintang ganda D9 ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana bintang dapat terbentuk dan bertahan hidup di lingkungan yang sangat ekstrem di dekat lubang hitam supermasif. Sebelumnya, hanya ada lima sistem bintang ganda yang terkonfirmasi di sekitar Sgr A, dan semuanya terletak lebih jauh dari lubang hitam tersebut dibandingkan D9. Keberadaan sistem D9 ini menantang pemahaman sebelumnya tentang dinamika gravitasi ekstrem dan menunjukkan bahwa lubang hitam mungkin tidak se-destruktif yang diperkirakan sebelumnya.

D9 adalah sistem bintang ganda terdekat yang ditemukan di sekitar Sgr A, yang memperkuat teori bahwa bintang-bintang dapat terbentuk bahkan dalam kondisi yang sangat tidak bersahabat. Penemuan ini menegaskan ada potensi untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana bintang muda dapat terbentuk di pusat galaksi, di mana kondisi gravitasi sangat kuat.

Studi lebih lanjut mengenai D9 diharapkan dapat membantu para ilmuwan memahami kondisi yang mendukung stabilitas sistem bintang ganda di dekat lubang hitam. Hal ini juga dapat memberikan informasi berharga tentang proses penggabungan bintang, di mana dua bintang dapat bergabung menjadi satu bintang tunggal.

Selain itu, penemuan ini membuka kemungkinan adanya planet yang mengorbit di sekitar Sagittarius A, yang mungkin dapat dideteksi di masa depan. Jika memang ada planet di sekitar lubang hitam ini, hal ini akan memberikan wawasan tambahan tentang pembentukan planet di lingkungan ekstrem.

Rekomendasi