Presiden FIFA Minta Maaf terkait Lelucon Tidak Pantas tentang Fans Inggris
Presiden FIFA maaf atas komentarnya yang dianggap sebagai "lelucon tidak pantas" soal penangkapan warga Inggris yang hadir di Piala Dunia 2022.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya meminta maaf atas komentarnya yang dianggap sebagai "lelucon murahan" mengenai para suporter sepak bola Inggris. Pernyataan tersebut disampaikan Infantino dalam pidatonya di World Economic Forum bulan lalu.
Dalam pidato tersebut, ia tidak hanya membahas masalah keamanan selama turnamen, tetapi juga membela kebijakan harga tiket untuk Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Utara.
Mengenang Piala Dunia 2022 di Qatar, Infantino mengungkapkan bahwa turnamen tersebut hampir tidak memiliki insiden. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan yang kemudian menuai kritik luas dari berbagai kalangan.
"Ketika bola mulai bergulir dan keajaiban dimulai, hampir tidak ada insiden. Untuk pertama kalinya dalam sejarah juga, tidak ada satu pun warga Britania yang ditangkap selama Piala Dunia. Bayangkan! Ini sesuatu yang benar-benar, benar-benar istimewa," kata Infantino saat itu,
Namun, ucapan tersebut langsung mendapat tanggapan keras dari Football Supporters' Association (FSA).
FSA melalui pernyataannya menanggapi komentar Infantino dengan sindiran.
"Selagi kami sudah mendapatkan perhatian Tuan Infantino, kami ingin mengingatkan bahwa alih-alih membuat lelucon murahan tentang para suporter kami, sebaiknya ia fokus membuat harga tiket yang murah," demikian bunyi pernyataan FSA.
Ucapan tersebut menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan harga tiket yang dianggap tidak terjangkau.
Permintaan Maaf Infantino
Desakan untuk meminta maaf dari Infantino akhirnya muncul dalam wawancara dengan program "The World with Yalda" yang disiarkan oleh Sky News.
Dalam kesempatan tersebut, Infantino secara spesifik menyebutkan Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, yang dikenal jarang terlibat dalam turnamen besar jika dibandingkan dengan Inggris.
"Pertama-tama, saya menggunakan kata 'Brit', bahwa tidak ada warga Britania yang ditangkap di Piala Dunia," tutur Infantino.
"Dengan begitu, saya telah menyinggung orang-orang Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, yang kepada merekalah saya harus terlebih dahulu meminta maaf."
Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan, melainkan sebagai komentar yang ringan untuk menggambarkan suasana Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Itu dimaksudkan sebagai pernyataan ringan untuk menunjukkan bahwa Piala Dunia di Qatar adalah sebuah perayaan, sebuah ajang yang damai, dan semua orang datang bersama dalam suasana yang damai."
Dengan pernyataan tersebut, ia berharap dapat meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul akibat ucapannya sebelumnya.
Infantino juga menyatakan bahwa kehadiran suporter Inggris yang datang dengan damai, menikmati pertandingan, dan memberikan dukungan sangat layak untuk dihargai.
"Memiliki suporter Inggris, suporter sejati, yang datang secara damai, menikmati pertandingan dan memberi dukungan, adalah sesuatu yang fantastis," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Infantino mengakui kesalahannya saat menyebut para pelaku kerusuhan sebagai "fans". Ia menegaskan bahwa individu yang hadir di pertandingan hanya untuk menciptakan kerusuhan seharusnya disebut sebagai kriminal.
Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan Inggris dalam mengatasi kekerasan yang berkaitan dengan sepak bola, serta menegaskan dirinya sebagai "penggemar besar sepak bola Inggris".
Sumber: Telegraph