6 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Tanpa Klub: Masih Mau di Eropa atau ke Liga 1?

Berikut adalah nilai pasar para pemain diaspora Timnas Indonesia yang saat ini tidak memiliki klub.

Choki Sihotang
Oleh Choki Sihotang - Reporter
6 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Tanpa Klub: Masih Mau di Eropa atau ke Liga 1?
Duo Timnas Indonesia Justin Hubner dan Rafael Struick saat hadapi Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024. (Dok PSSI) (Duo Timnas Indonesia Justin Hubner dan Rafael Struick saat hadapi Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024. (Dok PSSI))

Saat ini, enam pemain diaspora Timnas Indonesia berada dalam posisi tanpa klub. Pertanyaannya adalah apakah mereka akan tetap bertahan di luar negeri atau memilih untuk kembali dan meramaikan Liga 1 2025/2026? Banyak yang berharap bahwa alih-alih terus ngotot berkarier di luar negeri tanpa kepastian menit bermain, mereka lebih baik mencoba peruntungannya di Liga 1. Nama-nama terkenal seperti Justin Hubner, Rafael Struick, Thom Haye, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Nathan Tjoe-A-On tentunya akan menjadi incaran banyak klub jika mereka memutuskan untuk bergabung dengan liga tertinggi di Indonesia.

Dari segi kualitas dan performa, tidak ada keraguan mengenai kemampuan keenam pemain ini, terutama setelah kontribusi mereka dalam membantu Timnas Indonesia. Kesuksesan Skuad Garuda melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2024 zona Asia tidak lepas dari peran penting keenam pemain tersebut.

Mereka sering dimainkan, baik sebagai starter maupun pengganti, baik di bawah arahan Shin Tae-yong maupun saat ini di bawah Patrick Kluivert. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Keenam pemain naturalisasi ini pastinya memiliki peluang untuk bermain di Liga 1, mengingat mereka memerlukan menit bermain untuk menjaga posisi mereka di Skuad Garuda.

Harga yang ditawarkan tergolong tinggi

Patrick Kluivert telah menegaskan jauh sebelumnya bahwa pemain yang memiliki banyak waktu bermain di klub akan menjadi pilihan utama di timnas. Namun, klub-klub Liga 1 yang tertarik harus siap mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan jasa para pemain tersebut. Menurut Transfermarkt, nilai pasar dari enam pemain naturalisasi cukup tinggi sehingga menjadi beban bagi keuangan klub-klub Liga 1.

Selain itu, masalah keterlambatan pembayaran gaji yang masih terjadi di beberapa klub Liga 1 juga menjadi pertimbangan bagi pemain naturalisasi dalam melanjutkan karier di tanah air mereka. Ironisnya, untuk tetap bermain di Eropa tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini terbukti dari Thom Haye yang tidak berhasil meyakinkan manajemen Almere City untuk memperpanjang kontraknya yang berakhir pada 30 Juni 2025.

Situasi serupa juga dialami oleh Justin Hubner di Wolverhampton Wanderers, Nathan Tjoe-A-On di Swansea City, Rafael Struick di Brisbane Roar, Shayne Pattynama di KAS Eupen, dan Jordi Amat yang harus meninggalkan Johor Darul Ta'zim. Pertanyaannya, apakah mereka akan memilih bermain di Liga 1 yang menawarkan peluang lebih besar untuk bergabung, atau tetap berjuang berkarier di luar negeri meskipun belum ada kepastian dan terancam minim waktu bermain?

Pemain diaspora

Berikut adalah nilai pasar dari pemain diaspora Timnas Indonesia yang saat ini tidak memiliki klub. Data ini menunjukkan potensi nilai mereka di pasar transfer, yang dapat memberikan gambaran mengenai kualitas dan daya tarik mereka sebagai pemain. Berikut adalah rinciannya:

  1. Justin Hubner: Rp5,21 miliar
  2. Nathan Tjoe-A-On: Rp6,08 miliar
  3. Rafael Struick: Rp2,61 miliar
  4. Shayne Pattynama: Rp4,35 miliar
  5. Thom Haye: Rp17,38 miliar
  6. Jordi Amat: Rp11,30 miliar

Sumber: Transfermarkt

Rekomendasi