Karier Neymar saat ini tengah mengalami penurunan. Cedera yang sering menghampiri dan penampilan yang tidak konsisten menjadikan striker asal Brasil tersebut terasa 'beban' bagi tim Al Hilal. Meskipun demikian, pada puncak kariernya, Neymar merupakan pemain yang sangat diminati oleh banyak klub besar Eropa, seperti Real Madrid dan Barcelona. Pada tahun 2013, Neymar mengambil keputusan untuk bergabung dengan Barcelona sebagai langkah penting dalam kariernya. Dalam sebuah wawancara terbaru di podcast Romario, Neymar membagikan informasi krusial mengenai keputusan yang mengubah arah kariernya secara signifikan.
Neymar mengungkapkan bahwa ia mengambil keputusan tersebut berdasarkan kata hatinya. "Saya tidak menyesal memilih Barcelona. Saya mengikuti hati saya. Tentu saja, saya sangat ingin bermain dengan Messi! Barcelona adalah tim favorit saya," ujar Neymar.
"Saya selalu menyaksikan Barcelona sejak era Ronaldinho. Saya selalu berkata: 'Saya ingin bermain di sana'. Dan akhirnya terjadi," imbuhnya.
Advertisement
Pertarungan antara Real Madrid dan Barcelona
Neymar mengenang masa-masa tersebut sebagai waktu yang sangat penuh tekanan. Persaingan antara Real Madrid dan Barcelona dalam merebutkan tanda tangannya berlangsung sangat ketat. "Hari-hari itu sangat menegangkan. Saya bahkan tidak berlatih, hanya bolak-balik antara rumah dan kantor untuk mengurus transfer," ungkapnya.
Kedua presiden klub terus berupaya meyakinkan Neymar dengan berbagai janji dan tawaran yang menggoda. Meskipun sempat membayangkan dirinya bermain untuk kedua tim, Neymar akhirnya membuat keputusan untuk bergabung dengan Barcelona. "Saya tidak bisa berpikir secara logis. Pada akhirnya, hati saya memilih Barcelona," jelasnya.
Advertisement
Bantuan Messi dan Alves di Masa Sulit
Karier Neymar di Barcelona tidak berjalan lancar pada awalnya. Dalam enam bulan pertama, ia sering merasakan kecemasan dan tekanan yang cukup besar. "Saya selalu merasa khawatir. Saya berpikir: 'Ya Tuhan, saya tidak bisa melewati lawan. Saya melakukan segalanya dengan salah'," ungkapnya. Salah satu momen yang sangat diingatnya adalah ketika ia menangis sendirian di ruang ganti setelah mengalami babak pertama yang buruk melawan Athletic Club. Pada saat itulah, Lionel Messi dan Dani Alves datang untuk memberikan dukungan moral.
"Messi berkata: 'Tenang, kami di sini untuk membantumu. Kami ingin kamu bermain sepak bola terbaik seperti di Santos, jangan beri tekanan pada dirimu sendiri'," cerita Neymar mengenai dukungan yang diberikan oleh rekan-rekannya.
Bantuan dari para seniornya sangat berperan penting dalam kebangkitannya. Selama empat tahun di Barcelona, ia menjadi bagian dari trio legendaris MSN yang terdiri dari Messi dan Luis Suarez. Salah satu pencapaian tertingginya terjadi ketika mereka berhasil meraih treble pada musim 2014/2015.
Advertisement
Neymar dan Masa Depannya
Meskipun masa kejayaannya di Barcelona telah berlalu, Neymar kini berada dalam kondisi yang berbeda. Beberapa klub di Major League Soccer (MLS) dilaporkan menunjukkan minat untuk merekrutnya, namun kontribusi Neymar di Al Hilal pada musim ini sangat minim. Bahkan, Al Hilal telah mengambil keputusan untuk mengeluarkan Neymar dari fase kedua musim ini, yang menunjukkan bahwa ia tidak lagi menjadi bagian dari rencana tim.