Bukan Sekadar Tifo! Ternyata ini Makna Tersembunyi Karya La Grande Indonesia saat Laga Timnas Vs China
Kelompok pendukung Timnas Indonesia, La Grande Indonesia, menjelaskan arti penting dari aksi tifo dan koreografi yang ditampilkan saat melawan China.
Kelompok pendukung Timnas Indonesia, La Grande Indonesia, menjelaskan makna yang mendalam dari aksi tifo dan koreografi yang mereka tunjukkan saat bertanding melawan China dalam pertandingan kesembilan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Kamis malam (6/5/2025), di mana La Grande Indonesia (LGI) mempersembahkan tifo yang megah di tribun utara, yang berhasil memukau banyak orang dengan kreativitas yang ditampilkan oleh kelompok ini.
Tifo tersebut dimulai saat kedua tim menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing. Secara perlahan, tifo berukuran besar itu diangkat hingga hampir menutupi seluruh area tribun utara. Dengan tema 'Battle with Honour' atau berjuang dengan kehormatan, LGI berusaha untuk memberikan semangat kepada pemain Timnas Indonesia agar berjuang sepenuh hati sepanjang pertandingan demi menghancurkan pertahanan kokoh Tembok Raksasa China.
"Tembok China dibangun tidak dalam 100 tahun namun hancur dalam 90 menit di Gelora Bung Karno. Battle with honour!" tulis La Grande Indonesia dalam penjelasannya mengenai aksi tifo dan koreografi yang mereka lakukan pada laga melawan China.
Prajurit serta Hiasan Budaya Nusantara
LGI menjelaskan bahwa sosok prajurit yang ditampilkan dalam tifo melambangkan semangat juang para pemain yang berjuang di lapangan untuk mempertahankan kehormatan dan martabat bangsa.
"Seorang prajurit muncul di tengah Gelora Bung Karno, prajurit yang bertarung dengan segala kehormatan untuk mempertahankan marwah bangsanya. Meluluh lantahkan tembok China berkeping-keping, Tiongkok habis ditelan gemuruh Gelora Bung Karno, mereka pulang dengan tangan hampa," tulis LGI.
Selain itu, prajurit yang menjadi tokoh utama dalam koreografi tersebut juga merepresentasikan beragam identitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Menurut mereka, "Pemain yang berjuang di lapangan adalah Prajurit itu, dengan ornamen Nusantara menjadi pemersatu, perisai kuat dari Suku Dayak berbalut kain Ulos dari Suku Batak di badan dan tutup kepala dari Suku Jawa bersama kalung batu Mustika menjadi kekuatan."
"Tidak lupa hiasan dari negeri Papua bersama tangan menggenggam senjata tradisional dari Maluku. Prajurit yang muncul adalah cerminan budaya yang besar dari negeri kita," lanjut La Grande Indonesia.
Terbayar dengan Kemenangan
Usaha keras semua pihak yang terlibat dalam pertunjukan tifo dan koreografi kali ini terbayar tuntas setelah skuad asuhan Patrick Kluivert berhasil mengalahkan China dengan skor 1-0, sekaligus melanjutkan langkah ke fase berikutnya.
"Kerja keras kita tidak sia-sia, menutup laga kandang dengan megah dan meriah. Empat Material Koreo kali ini menjadi pembeda, dengan mozaik kertas yang digantikan oleh jas hujan, parade bendera di tribun atas, hingga tifo yang memberikan variasi menarik dalam sajian kreativitas kami. Harapannya, Timnas bisa berbicara di ronde 4 besok," ungkap LGI.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Dream, Believe, Make It Happen! Terima kasih untuk seluruh kru yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan semua kreativitas di tribun semalam. Terima kasih juga kepada teman-teman yang hadir di tribun utara; tanpa kalian semua, segala kreativitas ini tidak akan terwujud. Terima kasih atas 3 poinnya, Timnas Indonesia," tutupnya.