Bukan Real Madrid, Barcelona Ungkap 1 Klub yang Jadi Pesaing di Liga Champions
Pemain bintang Barcelona, Lamine Yamal, menyebutkan satu klub yang dianggapnya mampu menghalangi Barca meraih gelar Liga Champions 2024/2025.
Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menyebut satu klub yang dianggapnya mampu menghalangi Barcelona meraih gelar Liga Champions musim 2024/2025. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Lamine Yamal telah mengumpulkan berbagai gelar bergengsi baik dengan klubnya maupun Timnas Spanyol.
Gelar-gelar tersebut antara lain adalah La Liga, Euro 2024, dan Supercopa de Espana. Namun, Yamal merasa bahwa semua prestasi tersebut belum cukup, dan dia tentu sangat ingin menambah koleksi gelarnya dengan meraih titel Liga Champions bersama Barcelona. Melihat performa Barcelona di fase grup, mereka jelas berhak dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengangkat trofi Liga Champions pada musim ini.
Final Liga Champions dijadwalkan berlangsung di Munich pada tanggal 31 Mei 2025. Tim Catalan ini berhasil menempati posisi kedua di fase grup, yang memastikan mereka melaju ke babak 16 besar, yang akan dimulai pada 4 Maret.
Permasalahan yang dihadapi Barcelona
Kapten Barcelona, Raphinha, dengan penuh percaya diri menyatakan keinginan timnya untuk mencapai final pada tahun ini. Ia bahkan berani memprediksi bahwa tim asal La Liga tersebut akan berhadapan dengan Manchester City di laga puncak. Saat ini, Barcelona berada di puncak klasemen Liga Spanyol, meskipun hanya berhasil mengumpulkan enam poin dari delapan pertandingan terakhir. Pada Selasa (18/2/2025) dini hari WIB, mereka berhasil mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0.
Meskipun demikian, Barcelona menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak tujuh gol ke gawang Valencia di kompetisi La Liga. Selain itu, mereka juga berhasil menambah lima gol ke gawang tim yang sama dalam pertandingan Copa del Rey pada 6 Februari. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Blaugrana adalah ketidakmampuan mereka untuk tampil agresif dan tajam ketika melawan tim-tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan. Dalam beberapa waktu terakhir, mereka mengalami kekalahan melawan Leganes dan bermain imbang melawan Getafe.
Namun, pencapaian Barcelona yang mencetak tujuh gol ke gawang Valencia di La Liga dan lima gol di Copa del Rey menunjukkan potensi besar yang dimiliki tim ini. Keberhasilan ini menjadi harapan bagi para penggemar bahwa mereka dapat memperbaiki performa di sisa kompetisi. Dengan keyakinan yang ditunjukkan oleh Raphinha, para pemain diharapkan mampu mengatasi tantangan yang ada dan terus berjuang untuk meraih kesuksesan di pentas Eropa.
Siapa yang menjadi rival utama Barcelona?
Musim ini, Yamal menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan mencetak 11 gol dan memberikan 15 assist dalam 32 pertandingan untuk tim yang telah meraih gelar juara Eropa sebanyak lima kali.
Dalam pandangannya, Yamal mengungkapkan siapa yang ia anggap sebagai pesaing terberat bagi Barcelona di Liga Champions tahun ini. "Saya pikir hanya Liverpool yang lebih difavoritkan dibandingkan kami di Liga Champions, karena mereka menjadi yang pertama," kata Yamal kepada MD, seperti dikutip Sportbible, Rabu (19/2/2025).
Ia menambahkan, "Kami bisa bersaing untuk memenangkannya. Kami bisa berada di sana," imbuhnya, menunjukkan keyakinan dan ambisi timnya untuk bersaing di level tertinggi.
Hansi Flick juga memperhatikan Liverpool
Hansi Flick, pelatih Barcelona, menyatakan bahwa Liverpool dapat menjadi ancaman utama bagi timnya dalam upaya meraih gelar juara musim ini. "Masa depan akan menentukan apakah kami termasuk favorit atau tidak," ungkap Flick pada Januari 2025.
Dia menambahkan, "Liga Champions adalah salah satu kompetisi tersulit untuk dimenangkan, namun kami harus mencobanya." Flick juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Liverpool, "Ketika saya melihat Liverpool, saya melihat tim dengan kekuatan luar biasa. Mereka adalah salah satu tim favorit saya di dunia saat ini," sambungnya. Dengan pernyataan tersebut, Flick menunjukkan betapa seriusnya dia memandang potensi Liverpool dalam kompetisi yang ketat ini.
Sumber: Sportbible