Pongki menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan istrinya.
Advertisement
Sophie mengalami masalah kesehatan, namun setelah pindah ke Bali, kesehatannya sangat membaik dan kini sudah pulih sepenuhnya.
Advertisement
Awalnya, mereka berniat tinggal di Bali hanya untuk liburan yang lebih lama. Namun, keputusan tersebut berkembang menjadi keputusan untuk menetap secara permanen.
Advertisement
Pongki mengungkapkan bahwa mereka meninggalkan semua yang mereka miliki di Jakarta dan sepenuhnya pindah ke Bali, termasuk mengganti KTP menjadi KTP Bali. Di Bali, Pongki merasakan suasana yang berbeda.
Advertisement
Ia mencatat bahwa waktu perjalanan di Bali jauh lebih efisien dibandingkan dengan di kota besar seperti Jakarta.
Advertisement
"Jadi, saya punya waktu, misalkan gini, kalau di kota besar. Saya perlu 1,5 jam dari posisi A ke posisi D. Di sana mungkin tidak sampai 1 jam. Nah, sisa waktunya untuk produksi musik itu," jelasnya.
Advertisement
Namun, kepindahan ini membawa konsekuensi tersendiri, yaitu semua teman dan tim kerja Pongki berada di luar Bali. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi Pongki dalam berkoordinasi dengan mereka.
Advertisement
Meskipun demikian, ia berusaha untuk menyerap energi positif dari lingkungan barunya di Bali agar tetap produktif.
Advertisement
Setelah menetap di Bali, Pongki dan Sophie memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis. Mereka membuka sebuah coffee shop bernama Pepita & Sons, dengan menu andalan berupa donat vegan.
Advertisement
"Saya buka coffee shop dengan Sophie, dengan istri saya, namanya Pepita & Sons. Menu andalannya adalah donat vegan," ucap Pongki saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2024).