Pongki menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan istrinya.
Advertisement
2
Sophie mengalami masalah kesehatan, namun setelah pindah ke Bali, kesehatannya sangat membaik dan kini sudah pulih sepenuhnya.
Advertisement
3
Awalnya, mereka berniat tinggal di Bali hanya untuk liburan yang lebih lama. Namun, keputusan tersebut berkembang menjadi keputusan untuk menetap secara permanen.
Advertisement
4
Pongki mengungkapkan bahwa mereka meninggalkan semua yang mereka miliki di Jakarta dan sepenuhnya pindah ke Bali, termasuk mengganti KTP menjadi KTP Bali. Di Bali, Pongki merasakan suasana yang berbeda.
Advertisement
5
Ia mencatat bahwa waktu perjalanan di Bali jauh lebih efisien dibandingkan dengan di kota besar seperti Jakarta.
Advertisement
6
"Jadi, saya punya waktu, misalkan gini, kalau di kota besar. Saya perlu 1,5 jam dari posisi A ke posisi D. Di sana mungkin tidak sampai 1 jam. Nah, sisa waktunya untuk produksi musik itu," jelasnya.
Advertisement
7
Namun, kepindahan ini membawa konsekuensi tersendiri, yaitu semua teman dan tim kerja Pongki berada di luar Bali. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi Pongki dalam berkoordinasi dengan mereka.
Advertisement
8
Meskipun demikian, ia berusaha untuk menyerap energi positif dari lingkungan barunya di Bali agar tetap produktif.
Advertisement
9
Setelah menetap di Bali, Pongki dan Sophie memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis. Mereka membuka sebuah coffee shop bernama Pepita & Sons, dengan menu andalan berupa donat vegan.
Advertisement
10
"Saya buka coffee shop dengan Sophie, dengan istri saya, namanya Pepita & Sons. Menu andalannya adalah donat vegan," ucap Pongki saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2024).