Maulana Akbar Ahmad Habibie, putra dari Dedi Mulyadi, resmi mempersunting Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dalam sebuah upacara pernikahan yang digelar pada Rabu (16/7) di Pendopo Garut. Acara ini menarik perhatian yang besar, khususnya di kalangan warga Garut yang sangat antusias menyambut momen bahagia pasangan ini.
Prosesi akad nikah dilaksanakan dengan megah, menampilkan nuansa adat Sunda yang kaya, yang mencerminkan budaya lokal yang mendalam. Keunikan acara juga terlihat dari mas kawin yang diberikan oleh Maulana Akbar, yang terdiri dari 90 gram logam mulia, 9 ekor sapi, 9 ekor domba Garut, 9 ayam Pelung Cianjur, 9 tambunan bibit ikan gurame, 99 jenis bibit buah kayu lokal, dan 9 jenis bibit padi lokal.
Semua ini menunjukkan betapa seriusnya pasangan ini dalam menjalani kehidupan baru mereka. Selain itu, penampilan Putri Karlina dalam kebaya putih gading berhasil menarik perhatian banyak orang. Perpaduan desain tradisional dan sentuhan modern dalam busananya menghadirkan kesan anggun sekaligus kuat, mencerminkan kepribadian sang pengantin yang elegan dan berwibawa.
Advertisement
1. Kebaya Full Payet Brokat Motif Bunga
Dalam gambar pertama, Putri Karlina menunjukkan pesona yang memukau dengan mengenakan kebaya putih gading yang terbuat dari brokat bermotif bunga besar. Kebaya ini dihiasi dengan bordir halus yang menambah keindahan tampilan dan memberikan kesan klasik yang elegan. Motif brokat yang disusun simetris membuat busana tersebut terlihat seimbang dan terstruktur.
Selain itu, kebaya ini juga dilapisi dengan payet serta taburan manik-manik kecil berwarna keemasan yang dijahit dengan rapi, menciptakan efek berkilau yang menawan saat terkena cahaya. Desain kerah yang tinggi dan tertutup pada bagian leher menambah nuansa sopan dan religius, sangat sesuai untuk seorang pemimpin daerah seperti Putri Karlina.
Kerudung putih yang polos dipadukan dengan aksesori tiara berbentuk bunga kristal di bagian atas kepala semakin melengkapi penampilannya. Selain itu, hadir pula rangkaian roncean melati panjang yang menjuntai hingga ke dada sebagai simbol adat Sunda.
Advertisement
2. Proses Penataan Kerudung dan Sanggul Modern
Pada gambar kedua, terlihat seorang perias yang sedang merapikan detail kerudung dan sanggul modern milik Putri Karlina. Di balik kerudung putih yang sederhana tersebut, terdapat aksesoris siger modern yang dipasang dengan rapi, serta untaian melati supit urang yang menjadi ciri khas Sunda, disusun secara rapat di sisi kanan dan kiri kepala.
Pemilihan kerudung yang polos bertujuan agar detail kebaya tetap menjadi fokus utama, sambil tetap memberikan kesan anggun dan religius. Dari sudut samping, busana Putri Karlina terlihat memiliki potongan yang pas di badan, menonjolkan siluet tubuhnya yang ramping, namun tetap terlihat sopan dan tertutup.
Bagian bawah kebaya menjuntai dengan motif kerancang di ujung lengan dan bagian bawahnya, sehingga menciptakan tekstur yang dinamis dan tidak monoton. Penataan ini mencerminkan keseimbangan antara tradisi, estetika modern, dan prinsip syariat.
Advertisement
3. Bros dan Detil Bordir
Detail bros yang dikenakan oleh Putri Karlina menjadi sebuah pernyataan gaya yang unik. Pada potret ketiga, terlihat tangan sang penata sedang memasang tiga bros besar berwarna emas yang dihiasi permata kristal, disusun secara vertikal di tengah dada.
Bros-bros ini tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga sebagai pengait yang menyatukan lapisan kebaya. Setiap bros memiliki desain floral dan geometris, memberikan sentuhan glamor yang berpadu dengan nuansa tradisional.
Kebaya yang dikenakan juga dilengkapi dengan hiasan bordir yang berlapis-lapis, serta tambahan kristal bening dan benang emas. Hiasan tersebut membentuk pola sulur-sulur tumbuhan yang semakin menambah kemewahan serta kedalaman visual pada kebaya tersebut.
Advertisement
4. Kebaya Hijau Keemasan dan Siger Sunda saat Resepsi
Putri Karlina memukau banyak orang saat mengenakan kebaya modern berwarna hijau keemasan yang dipenuhi dengan detail payet dan bordir yang mewah. Sentuhan adat semakin kuat dengan hiasan kepala khas Sunda lengkap dengan untaian melati panjang di kedua sisi, yang semakin menegaskan kesan sakral dan anggun pada penampilannya. Riasan wajahnya pun terlihat sangat elegan dan menawan, sehingga sangat cocok dengan keseluruhan busana yang ia kenakan.
Di sisi lain, suami Putri juga tak kalah menarik perhatian dengan busana adat pria yang dipadukan dengan sentuhan modern. Ia mengenakan beskap berwarna emas muda yang dipadukan dengan kain batik bermotif flora-fauna yang memiliki nuansa klasik. Aksesori seperti blangkon dan untaian melati yang menjuntai dari bahu kiri semakin memperkuat kesan adat yang elegan dan berkelas.
Advertisement
5. Sesi Foto dengan Ketiga Buah Hati Putri Karlina
Setelah melaksanakan prosesi akad nikah dan acara utama, Putri Karlina beserta suaminya melanjutkan dengan sesi pemotretan keluarga yang dipenuhi dengan kehangatan. Dalam sesi foto tersebut, mereka berpose bersama Irjen Pol. Karyoto dan Lina Iskandar, yang merupakan orang tua dari pihak mempelai wanita, serta Dedi Mulyadi yang mewakili keluarga mempelai pria. Kebersamaan ini terekam dalam potret yang memperlihatkan nuansa kekeluargaan yang erat dan penuh makna.
Selanjutnya, sesi foto dilanjutkan dengan kehadiran ketiga anak Putri Karlina dari pernikahan sebelumnya. Momen ini menarik perhatian publik karena menunjukkan harmonisasi yang terjalin dalam keluarga baru mereka. Ketiga anak tersebut terlihat tenang dan nyaman saat berpose bersama ibu mereka dan ayah sambung, menciptakan suasana hangat yang menyentuh hati.
Advertisement
6. Sosok Putri Karlina
Putri Karlina, yang lahir di Garut pada 14 Maret 1993, adalah seorang wanita yang memiliki banyak prestasi di berbagai bidang. Ia adalah putri dari Irjen. Pol. Karyoto dan Linna Iskandar, serta memiliki latar belakang pendidikan yang sangat mengesankan. Putri menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dan kemudian meraih gelar MBA dari Institut Teknologi Bandung. Pendidikan yang kuat ini menjadi dasar yang kokoh untuk perannya di dunia profesional dan sosial.
Dalam kapasitasnya sebagai dokter gigi, Putri tidak hanya berfokus pada praktik medis, tetapi juga berani terjun ke dunia wirausaha. Ia mendirikan bisnis kuliner dan salon muslimah di Garut, serta aktif dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membuatnya mendapatkan penghargaan dari pemerintah kabupaten. Selain itu, Putri juga terlibat dalam berbagai organisasi sejak masa kuliah, termasuk komunitas mahasiswa Garut dan Perhimpunan Dokter Gigi.
Puncak karier politik Putri terjadi ketika ia berhasil memenangkan Pilkada Garut 2024 bersama Abdusy Syakur Amin. Dalam jabatannya sebagai Wakil Bupati, ia menunjukkan sikap tegas, salah satunya dengan mengecam langsung aksi sweeping warung saat Ramadhan 2025.