Jennifer Jill dan Ajun Perwira Tiba-Tiba Adopsi Bayi Perempuan, Anak Siapa?

Jennifer Jill dan Ajun Perwira berbagi cerita tentang keputusan mereka untuk mengadopsi seorang anak.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Jennifer Jill dan Ajun Perwira Tiba-Tiba Adopsi Bayi Perempuan, Anak Siapa?
Pomotretan Jennifer Jill dan Ajun Perwira (sumber: Instagram/jennifer_ipel) (Pomotretan Jennifer Jill dan Ajun Perwira (sumber: Instagram/jennifer_ipel))

Jennifer Jill, yang juga dikenal sebagai Jennifer Ipel, berbagi kisah mengenai keputusan untuk mengadopsi seorang anak. Bersama suaminya, Ajun Perwira, mereka dengan tulus membuka rumah dan hati untuk seorang bayi perempuan yang kini berusia 6 bulan.

Keputusan untuk mengadopsi tidak diambil secara sembarangan. Jennifer menjelaskan sejak awal pernikahan dengan Ajun, mereka telah berupaya untuk memiliki anak dengan berbagai cara, termasuk menjalani program bayi tabung. Sayangnya, semua usaha tersebut belum membuahkan hasil.

“Awal gua nikah sudah coba dan gagal buat punya anak, lewat bayi tabung juga gagal. Nah Ajun suggest terus sudah kita adopsi saja,” ungkap Jennifer Jill saat diwawancarai di Kawasan Antasari, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (25/5).

Dia melanjutkan, “Ya, Puji Tuhan setelah sekian lama mau punya anak perempuan akhirnya dapat yang klop sama ibunya,".

Pertemuan antara Jennifer Jill dan ibu kandung bayi itu dimulai dari sebuah kejadian yang tidak terduga. Jennifer bercerita sedang membuka pesan langsung (DM) di media sosial dengan cara yang iseng, dan secara tiba-tiba menemukan pesan dari seorang wanita muda berusia 21 tahun yang sedang mengandung 6 bulan.

"Aku enggak kenal, masuk DM tiba-tiba. Jadi buka DM iseng dan kebuka chat-nya dia. Ingin aja gua buka chat dia. Gua baca itu chat enggak bikin gua sedih dan iba, tapi gua tertarik. Niatnya mau diaborsi, cuma saya larang. Akhirnya aku telepon dan datangi. Dia enggak minta sepeser pun," ungkapnya.

Setelah melakukan komunikasi, Jennifer Jill akhirnya bertemu langsung dengan ibunya. Dari pertemuan tersebut, ia menyadari wanita itu hidup sendirian, tidak memiliki dukungan dari orang tua, dan tidak memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk merawat anak.

"Dia masih muda, sebatang kara, enggak punya orang tua, dia survive. Dia belum sanggup dan belum mampu," ungkap Jennifer Jill.

Dalam kesempatan itu, Jennifer Jill memastikan status bayi tersebut, apakah akan dititipkan atau benar-benar akan diberikan kepadanya untuk diadopsi. Jennifer Jill menegaskan ibu muda tersebut memberikan jawaban yang sangat jelas dan tegas tanpa adanya keraguan.

"Saya bertanya, apakah ini akan dititipkan atau diambil, dan dia menjawab bahwa ini adalah anak untuk saya. Jadi, saya ambil," kata Jennifer.

"Saya tidak tahu mengenai kehamilan ibunya, dan dia tidak ingin membicarakan hal itu. Yang terpenting adalah saya memeriksa kesehatan bayi dan semuanya lengkap, serta kesehatan ibunya baik," ungkapnya.

Saat ini, bayi perempuan tersebut tinggal bersama Jennifer Jill. Menurutnya, sesuai dengan ketentuan hukum, proses adopsi harus melalui masa pengasuhan sementara sebelum pengadilan memutuskan hak asuh penuh.

"Secara normal, saya akan mengurusnya untuk sementara waktu. Menurut Undang-Undang, sebelum mendapatkan hak asuh melalui pengadilan, harus ada masa enam bulan bersama saya terlebih dahulu. Setelah itu, baru diurus ke pengadilan untuk sertifikasinya," tambah Jennifer Jill.

Rekomendasi