Kata Baku Adalah Kata yang Sesuai dengan Bahasa, Berikut Pengertian dan Fungsinya

Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah atau pedoman Bahasa Indonesia. Penggunaan kata baku salah satunya bertujuan untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Kata Baku Adalah Kata yang Sesuai dengan Bahasa, Berikut Pengertian dan Fungsinya
Kamus bahasa indonesia. ©facebook.com/maul su

Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah atau pedoman Bahasa Indonesia. Penggunaan kata baku salah satunya bertujuan untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi. Sebab, Indonesia memiliki banyak sekali bahasa dari setiap daerah berbeda.

Namun biasanya, kata baku lebih sering digunakan saat acara formal saja. Jika sedang berada di acara santai, masyarakat cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku. Tetapi untuk bahasa tidak baku ini biasanya dipergunakan sebagai bahasa pergaulan yang diucapkan pada teman sebaya ataupun teman dekat.

Karenanya, penggunaan kata baku dan tidak baku harus diperhatikan dengan baik. Hal ini lantaran harus diucapkan secara tepat sesuai dengan keadaan. Lantas apa itu kata baku adalah dan kata tidak baku? Simak ulasan informasinya berikut ini.

Arti Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Kata tidak baku merupakan kata yang digunakan namun tidak sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang telah ditentukan. Biasanya, kata tidak baku digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Bahasa tidak baku juga diucapkan oleh teman sebaya, teman seumuran hingga teman dekat.

Sedangkan, kata baku adalah kata yang digunakan di mana sudah sesuai dengan pedoman dan kaidah bahasa. Dalam KBBI Edisi Keempat, pengertian baku yaitu pokok, utama; tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas dan kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar mengutip Sulis Setiawati (2016:48) pada Jurnal Skripta Universitas PGRI Yogyakarta.

Pengertian lainnya menurut Kosasih dan Hermawan (2012:83), kata baku adalah kata yang diucapkan atau ditulis oleh seseorang sesuai dengan kaidah atau pedoman yang dibakukan. Kaidah standar tersebut bisa berupa tata bahasa baku, pedoman ejaan (EYD) dan kamus. Pada umumnya, kata baku kerap digunakan pada kalimat resmi atau ragam bahasa baku. Baik itu melalui lisan maupun tulisan.

Fungsi Kata Baku dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, kata baku diketahui mempunyai empat fungsi. Tiga di antaranya bersifat simbolis atau pertanda, sementara yang satu bersifat objektif. Mengutip Sugihastuti & Siti Saudah (2018:18), adapun fungsi dari kata baku adalah sebagai berikut:

1. Fungsi pemersatu
Seperti namanya, fungsi pemersatu berarti kata baku mempersatukan penutur atau penulisnya menjadi satu masyarakat bahasa.

2. Fungsi pemberi kekhasan
Artinya pembakuan kata dalam bahasa bisa menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.

3. Fungsi pembawa kewibawaan
Artinya kata baku yang diterapkan dalam bahasa bisa memperlihatkan kewibawaan pemakainya.

4. Fungsi kerangka acuan
Artinya kata baku menjadi patokan bagi benar atau tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau kelompok.

Ciri-ciri Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Setelah mengenal kata tidak baku dan kata baku adalah, sebaiknya kalian juga mengetahui ciri-ciri masing-masing kata.

Terdapat beberapa ciri-ciri yang mengidentifikasi perbedaan keduanya. Melansir dari Liputan6.com, berikut ciri-ciri kata baku dan tidak baku:

1. Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

• Umumnya digunakan dalam bahasa sehari-hari

• Telah dipengaruhi oleh perkembangan zaman

• Telah dipengaruhi oleh bahasa asing

• Telah dipengaruhi oleh bahasa daerah

• Bentuknya mudah berubah-ubah

• Memiliki arti yang sama meskipun terkesan berbeda dengan bahasa baku

2. Ciri-Ciri Kata Baku

• Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

• Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah

• Kata baku tidak mengandung arti pleonasme

• Kata baku tidak terkontaminasi atau tidak rancu

• Kata baku tidak mengandung hiperkorek

• Kata baku adalah bahasa percakapan

• Pada pemakaian imbuhan kata baku ini bersifat eksplisit

• Kata baku digunakan sesuai dengan konteks kalimat

Penggunaan Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Dalam praktiknya, penggunaan kata baku dan tidak baku pada umumnya terbagi menjadi seperti berikut:

Kata Baku

• Membuat surat dinas

• Membuat surat edaran

• Membuat surat resmi

• Membuat nota dinas

• Membuat laporan

• Membuat karya ilmiah

• Membuat surat lamaran pekerjaan

• Saat musyawarah atau diskusi

• Saat berpidato

• Saat rapat dinas

• Surat menyurat antar organisasi

• Surat menyurat antar instansi atau lembaga


Kata Tidak Baku

• Kegiatan sehari-hari sebagai bahasa pergaulan

• Berbicara dengan teman sebaya

• Berbicara dengan orang yang telah dikenal

• Berbicara dengan keluarga

• Berbicara dengan orang-orang yang dirasa akrab

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Usai mengetahui kata baku adalah dan kata tidak baku, berikut beberapa contoh keduanya. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih memahami apa itu kata baku dan tidak baku.

1. Abjad (kata baku) - Abjat (kata tidak baku)

2. Akhirat - Akherat

3. Aksesori - Asesoris

4. Aktif - Aktip

5. Akuarium - Aquarium

6. Aluminium - Almunium

7. Ambulans - Ambulan

8. Analisis - Analisa

9. Antena - Antene

10. Antre - Antri

11. Anugerah - Anugrah

12. Azan - Adzan

13. Afdal - Afdol

14. Agamais - Agamis

15. Ajek - Ajeg

16. Adjektif - Ajektifaktivitas

17. Aktifitasaktual - Aktuil

18. Balsam - Balsem

19. Batalion - Batalyon

20. Baterai - Batere

21. Baka - Baqa

22. Barzakh - Barzah

23. Batalion - Batalyon

24. Batil - athil

25. Bazar - Bazaar

26. Becermin - Bercermin

27 Besok - Esok

28. Blanko - Blangko

29. Boks - Bok

30. Bosan - Bosen

31. Bus - Bis

32. Cabai - Cabe

33. Capai - Capek

34. Cedera - Cidera

35. Cendekiawan - Cendikiawan

36. Cengkih - Cengkeh

37. Cinderamata - Cenderamata

38. Cokelat - Coklat

39. Daftar - Daptar

40. Derajat - Derajad

41. Desain - Desaign

42. Detail - Detil

43. Detergen - Deterjen

44. Diagnosis - Diagnosa

45. Durian - Duren

46. Efektif - Efektip

47. Efektivitas - Efektifitas

48. Ekosistem - Ekosistim

49. Ekspor - Eksport

50. Ekstra - Extra

51. Ekstrakurikuler - Ekstrakulikule

52. Ekstrem - Ekstrim

53. Elite - Elit

54. Favorit - Pavorit

55. Februari - Pebruari

56. Fondasi - Pondasi

57. Frasa - Frase

58. Geladi - Gladi

59. Gizi - Giji

60. Gua - Goa

61. Gubuk - Gubug

62. Hektare - Hektar

63. Hierarki - Hirarki

64. Higienis - Higenis

65. Ijazah - Ijasah

66. Ikhlas - Ihlas

67. Indera - Indra

68. Jagat - Jagad

69. Jemaah - Jamaah

70. Jenderal - Jendral

71. Karier - Kari

72. Kategori - Katagori

73. Komplet - Komplit

74. Kreativitas - Kreatifitas

75. Kuitansi - Kwitansi

Reporter Magang: Sekar Andini Wibisono Putri

Rekomendasi