Peran sebagai seorang anak sopir dalam film 9 SUMMERS 10 AUTUMNS membuat Ihsan Tarore teringat akan keluarganya. Sebelum bisa berada di posisi sekarang, ia mengaku harus bekerja keras karena keluarganya bukan orang yang berada.
"Bapak saya dulu tukang becak, saya harus bekerja keras untuk biayai sekolah saya. Sama seperti Mas Iwan, bapaknya sampai menjual angkot demi biaya kuliah, padahal angkot itu modal utama untuk membiayai rumah tangga," jelas Ihsan saat ditemui di Rolling Stone Cafe, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (29/11).
Cerita Ihsan, kalau ayah Iwan menjual angkotnya untuk biaya kuliah, dalam kehidupannya, kakeknya menjual mobil ketika dia jadi peserta ajang INDONESIAN IDOL. "Saya tertarik dengan film ini karena banyak banget kesamaan dengan hidup saya," ceritanya.
Oleh karenanya Ihsan mengaku tidak terlalu sulit dalam menjiwai karakternya. Namun tetap saja, ia mengaku canggung saat sang penulis novel 9 SUMMERS 10 AUTUMNS datang ke lokasi dan menontonnya.
Terlepas dari rasa canggungnya itu, sutradara Ifa Isfansyah memberinya ruang gerak untuk mengeksplorasi karakter. Yang membuatnya sedikit tertantang, adalah memerankan laki-laki yang manis. "Ada dialog, dikasih anak laki-laki kok didiknya seperti perempuan'. Nah di situ aku harus menunjukkan, karena banyak main sama perempuan dan lebih dekat sama ibu, aku harus jadi feminin dan manis," tandas Ihsan. (kpl/aal/rea/dka)