Wayang Summit 2012, upaya melestarikan wayang

Wayang Summit 2012 menjadi bagian dalam rangka memelihara dan melestarikan budaya bangsa.

Kapanlagi.com
Oleh Kapanlagi.com - Reporter
Wayang Summit 2012, upaya melestarikan wayang
Wapres Budiono membuka Wayang Summit 2012

Wayang Summit 2012 menjadi bagian dalam rangka memelihara dan melestarikan budaya bangsa. Perhelatan multi event mengenai Wayang itu mempertemukan tokoh, pakar dan seniman dalang serta pertunjukan wayang dari pelosok nusantara dan mancanegara.

Acara yang berlangsung 24-25 November lalu di lapangan Silang Monas, Jakarta dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono dengan didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti.

Pergelaran wayang berlangsung di 5 panggung dengan menampilkan Wayang Nusantara & Wayang Dunia, dan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis.

"Pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan wayang, baik dari segenap penjuru Nusantara maupun mancanegara yang telah hadir dalam acara Wayang Summit 2012 ini, untuk menunjukkan karya terbaiknya," ungkap Wakil Presiden Boediono dalam rilis yang diterima KapanLagi.com®, Senin (26/11).

Lebih jauh Wapres mengatakan jika sejak tahun 2003, wayang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, maka hal ini semakin memantapkan langkah untuk menjadikan wayang sebagai salah satu acuan dalam pembangunan kebudayaan.

Wayang Summit 2012 juga memberikan penghargaan kepada 4 orang Pemerhati Wayang yakni H. Ekotjipto, SH. (Ketua PEPADI, Amb), Drs. Suparmin Sunjoyo (Ketua Umum Senawangi), Drs. H. Solichin (Ketua Dewan Kebijaksanaan Senawangi) dan Elsabeth Proust (Total E & P Indonesia).

Penghargaan juga diberikan dalam bentuk wayang kepada 5 wakil dalang, yakni Fedelis Kithome dari Kenya, Tang Dayu dari China, dalang cilik Canggih, Ki Wawan Ajen dan Ki Dalang Sukarlana.

Wayang Summit 2012 menggelar pergelaran Wayang Dunia yang menampilkan Wayang dari Amerika, Iran, China dan Kenya. Sementara itu Pergelaran Wayang Nusantara menampilkan Wayang Beber Pacitan menghadirkan dalang Mesran Guna Asmara dan dalang kontemporer Tri Ganjar Wicaksono, Wayang Kulit Dalang Bocah (Tri Atmodjo), Wayang Kulit Palembang (Ki Sukartana), Wayang Golek Ajen (Ki Wawan Ajen), Wayang Kulit Palembang (Kgs. Wirawan Rusdi), Wayang Suket (Slamet Gundono), Wayang Golek Menak Jogja (Dr. Junaidi, S.Kar., M.Hum.), Wayang Orang Bharata dan Wayang Kulit Purwa Solo dengan dalang Ki Manteb Soedharsono yang memainkan lakon Bima Bangkit. (kpl/adt/dar)

Rekomendasi