Kereta Seni VI Meriahkan Taman Ismail Marzuki, Hadirkan Ruang Refleksi Lewat Karya Mahasiswa FISIP UI

Kereta Seni VI, festival seni mahasiswa FISIP UI, meriahkan Taman Ismail Marzuki lewat film, teater, dan pameran seni bertema refleksi diri.

Teks Vidio
Oleh Teks Vidio - Reporter
Kereta Seni VI Meriahkan Taman Ismail Marzuki, Hadirkan Ruang Refleksi Lewat Karya Mahasiswa FISIP UI
Kereta Seni VI Meriahkan Taman Ismail Marzuki, Hadirkan Ruang Refleksi Lewat Karya Mahasiswa FISIP UI (Merdeka.com)

Taman Ismail Marzuki (TIM) dipadati pengunjung pada 30 dan 31 Januari 2026 dalam gelaran Kereta Seni VI, festival seni tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).

Kereta Seni VI merupakan program kerja Departemen Seni Budaya BEM FISIP UI yang bertujuan mewadahi sekaligus menampilkan karya para pelaku seni di lingkungan FISIP UI. Tahun ini, festival tersebut sukses menghadirkan rangkaian acara seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna reflektif.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Kereta Seni VI mengusung tema “Memeluk Sunyi, Bersinggah dalam Ruang”. Tema tersebut diangkat sebagai undangan sekaligus pengingat bagi publik untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, menengok ke dalam diri, dan memberi ruang bagi sisi personal yang kerap terabaikan di tengah tuntutan untuk selalu tampil maksimal.

Melalui tema ini, Kereta Seni VI ingin menghadirkan pengalaman seni yang dekat dengan keseharian, namun tetap memberi ruang kontemplasi bagi para pengunjung.

Tema besar tersebut diperkuat dengan tagline “Sambut Segala Diri”. Tagline ini mengajak pengunjung untuk membangun kembali ruang penerimaan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga ruang batin yang menetap dan dibawa ke mana pun.

Keberagaman diri dihadirkan sebagai sesuatu yang layak untuk dilihat, dihargai, dan diterima sepenuhnya, sejalan dengan semangat inklusivitas yang ingin diusung oleh Kereta Seni VI.

Kereta Seni VI menghadirkan berbagai mata acara yang merepresentasikan tema secara mendalam. Salah satunya melalui Screening Film yang menampilkan karya orisinal mahasiswa FISIP UI, seperti Dua Matahari Terbenam di Ujung Kota, Duh!, Script Final [Revisi], dan Ranah Senyap.

Karya-karya tersebut menghadirkan sudut pandang personal dengan pendekatan visual yang intim dan relevan dengan isu kehidupan sehari-hari.

Selain pemutaran film, Pagelaran Teater di Panggung Teater Kecil TIM turut memikat perhatian pengunjung melalui pertunjukan berjudul Darwin’s Bar. Pertunjukan ini mengisahkan Margo, seorang pengacara muda yang memberontak dari ekspektasi kehidupan yang membelenggunya.

Tak hanya itu, Art Exhibition yang berlangsung selama dua hari juga menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil karya mahasiswa FISIP UI yang telah melalui proses kurasi oleh ahli seni dan dinilai relevan dengan tema besar festival.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kereta Seni VI menghadirkan Collaborative Showcase bertajuk Ekuinoks. Pertunjukan teater musikal ini merupakan hasil kolaborasi tiga komunitas seni di FISIP UI.

Ekuinoks menceritakan kisah Ara, seorang gadis yang menjadikan musik sebagai satu-satunya ruang untuk melarikan diri dan bernapas dari tekanan hidup yang dihadapinya.

Kesuksesan Kereta Seni VI menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa FISIP UI terus mampu menghadirkan ruang inspirasi yang bermakna bagi publik. Meski perjalanan “Memeluk Sunyi” telah berakhir, semangat untuk terus berkarya diyakini tidak akan berhenti di sini.

Publik pun diajak menantikan inovasi dan karya seni berikutnya dari Kereta Seni di masa mendatang.

Penulis: Layli Maghfirah

Rekomendasi