Dalam industri musik, etika dan penghargaan terhadap pencipta lagu menjadi isu yang krusial. Satu contoh terbaru penolakan Keenan Nasution terhadap tawaran uang sebesar Rp50 juta dari manajer Vidi Aldiano.
"Saya baru ketemu manajernya itu di tahun 2024, (datang) ke rumah saya bawa Rp 50 juta, 'Ini tanda terima kasih', kalau kayak begitu, menurut saya gak bener juga," kata Keenan Nasution dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/2).
Penolakan ini bukan hanya sekedar masalah nominal, melainkan mencerminkan ketidakpuasan Keenan terhadap kurangnya komunikasi dan penghargaan yang diterimanya selama bertahun-tahun. Keenan merasa sebagai pencipta lagu 'Nuansa Bening', ia seharusnya mendapatkan lebih dari sekadar tawaran uang yang dianggapnya tidak pantas.
Selama 15 tahun, lagu ciptaan Keenan telah menjadi salah satu lagu populer yang dinyanyikan oleh Vidi Aldiano. Namun, selama periode tersebut, Keenan tidak menerima royalti apapun dari penggunaan lagunya.
Ia merasa Vidi, sebagai penyanyi yang telah meraih keuntungan besar dari lagu tersebut, seharusnya lebih menghargai penciptanya. Keenan menjelaskan penolakan uang tersebut merupakan upayanya untuk menegaskan pentingnya etika dalam industri musik.
Dia berharap tindakan ini dapat menjadi pelajaran bagi para penyanyi dan pelaku industri musik lainnya untuk lebih menghargai karya dan penciptanya.
Advertisement
Pada dasarnya, penolakan Keenan Nasution terhadap uang Rp 50 juta bukanlah semata-mata karena jumlah uangnya yang dianggap kecil. Keenan merasa tindakan tersebut tidak mencerminkan penghargaan yang layak atas karyanya.
"Saya gak suka kaya gitu karena dia (Vidi) gak pernah datang, tahu-tahu bawa uang Rp50 juta," ungkap Keenan.
Dalam pandangannya, komunikasi yang baik dan penghargaan terhadap pencipta lagu adalah hal yang sangat penting dalam industri musik. Selama bertahun-tahun, Keenan merasa diabaikan oleh Vidi Aldiano.
Dia mengungkapkan seharusnya Vidi sebagai penyanyi yang sukses, minimal bisa menghubungi dan menanyakan kabar kepada pencipta lagu yang telah memberinya kesempatan.
"Ya kan namanya kita (pencipta lagu) nelepon atau apa kek gitu, kita enggak minta duit kok, say hi lah. Kok kayak begitu loh, menurut saya ini enggak benar juga nih," tuturnya.
Keenan juga menegaskan bahwa ia ingin menghitung sendiri royalti yang seharusnya ia terima. Ia menganggap Rp50 juta jauh dari jumlah yang layak sebagai kompensasi atas penggunaan lagunya selama bertahun-tahun.
Advertisement
Dengan menolak tawaran uang tersebut, Keenan ingin menyoroti pentingnya penghargaan terhadap pencipta lagu dalam industri musik. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para penyanyi dan pelaku industri musik lainnya untuk lebih menghargai karya dan penciptanya.
Dalam industri yang sering kali mengedepankan popularitas, penting bagi para pelaku untuk tidak melupakan orang-orang di belakang layar yang telah berkontribusi dalam menciptakan karya-karya yang mereka nikmati.
Melalui penolakan ini, Keenan ingin mengajak semua pihak untuk lebih menghargai proses kreatif yang ada di balik setiap lagu. Ia berharap agar para penyanyi tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada etika dan penghargaan terhadap karya seni yang telah diciptakan.