Fim 'Snow White' Live Action Jadi Remake Terburuk Disney dan Banjir Kritik Tajam dari Para Kritikus, Gara-Gara Kontroversi Sebelum Rilis?

Pada akhir pekan pertama penayangannya, SNOW WHITE berhasil meraih posisi teratas di Box Office Amerika Serikat, meskipun hasilnya masih di bawah ekspektasi.

Ruth Anastasia
Oleh Ruth Anastasia - Reporter
Fim 'Snow White' Live Action Jadi Remake Terburuk Disney dan Banjir Kritik Tajam dari Para Kritikus, Gara-Gara Kontroversi Sebelum Rilis?
‘SNOW WHITE' Live Action Jadi Film Remake Terendah Disney, Tuai Kritik Tajam Dari Kritikus Film ('SNOW WHITE' Jadi Film Live-action Terendah Disney (credit: youtube.com/@Disney))

Disney kembali menghadirkan remake dari film animasi anak-anak SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS, yang dirilis pada 21 Maret di Amerika Serikat. Pada akhir pekan pertama penayangannya, SNOW WHITE berhasil meraih posisi teratas di Box Office Amerika Serikat, meskipun hasilnya masih di bawah ekspektasi.

Berdasarkan informasi dari Box Office Mojo, film ini berhasil mengumpulkan sekitar USD87,3 juta di seluruh dunia pada akhir pekan pembukaannya, dengan hampir setengah dari total tersebut berasal dari Amerika Serikat. Namun, dengan total biaya produksi mencapai USD270 juta, angka yang diraih masih jauh dari target yang diharapkan.

Jika dibandingkan dengan film Live-action Disney lainnya, SNOW WHITE mencatatkan hasil terendah, di bawah DUMBO (2019) yang meraih USD45 juta pada hari pertama penayangannya. Meskipun demikian, SNOW WHITE masih memiliki peluang untuk bangkit secara perlahan, seperti yang terjadi pada film MUFASA: THE LION KING yang dirilis bulan Desember lalu, yang awalnya hanya meraih USD35 juta tetapi akhirnya berhasil mengumpulkan total USD717,5 juta.

Menurut Manohla Dargis, kepala kritikus film di New York Times, film ini tidak memiliki kualitas yang cukup baik untuk mendapatkan pujian, namun juga tidak cukup buruk untuk mendapatkan kritik tajam. Ia menyebutkan film ini salah satu kekecewaan terbesarnya, menggambarkan film tersebut sebagai karya yang biasa-biasa saja.

David Fear dari Rolling Stone juga memberikan pandangannya yang cukup sinis.

"Film ini memang layak dijadikan sebagai cerita pengantar tidur, karena pasti akan membuat Anda tertidur," ungkapnya.

Pendapat tersebut menunjukkan bahwa film ini tidak berhasil menarik perhatian penontonnya.

Sementara itu, Wendy Ide, kepala kritikus film di The Guardian, memberikan penilaian yang sangat rendah dengan satu bintang dari lima. Ia menyebut film ini "sangat mengerikan".

"Ini adalah film yang dibuat oleh orang-orang yang memiliki mata kartun dan tidak memiliki secercah seni terkecil pun dalam jiwa mereka," kata Wendy.

Dia juga menambahkan menonton film ini ibarat pengalaman menonton serpihan bambu di bawah kuku. Artinya yang menunjukkan betapa tidak nyamannya pengalaman menonton film tersebut, seperti yang dilaporkan Fox News.

Film yang mengisahkan tentang seorang putri dan tujuh kurcaci ini sejak awal produksinya sudah berhasil menarik perhatian banyak penonton. Namun, pemilihan Rachel Zegler sebagai pemeran Snow White menuai protes dari sejumlah penggemar.

Hal ini disebabkan karena karakter Snow White digambarkan sebagai wanita berkulit putih dengan bibir merah, yang sangat berbeda dengan penampilan Rachel Zegler yang merupakan keturunan Kolombia. Kontroversi serupa juga terjadi dalam film live-action LITTLE MERMAID, di mana karakter yang ditampilkan tidak sesuai dengan wajah pemerannya.

Lebih jauh lagi, ketegangan muncul dari pernyataan politik Gal Gadot yang mendukung Israel. Sementara Rachel Zegler terlihat mendukung Palestina dalam konteks genosida yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Publik menilai pernyataan tersebut dapat memicu konflik antara kedua pemain. Dengan latar belakang yang berbeda dan pandangan yang bertolak belakang, situasi ini semakin menambah kompleksitas dalam penerimaan film tersebut di kalangan penonton.

Rekomendasi