Curhat Ibnu Jamil Sudah Prediksi Jepang Kalahkan Timnas Indonesia, Sebut Lebih Realistis Melihat Sepakbola

Ibnu Jamil mencurahkaan isi hatinya tentang dunia sepakbola.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Curhat Ibnu Jamil Sudah Prediksi Jepang Kalahkan Timnas Indonesia, Sebut Lebih Realistis Melihat Sepakbola
Ibnu Jamil bahas pentingnya mengajari anak olahraga agar tidak mager dan meraih kualitas hidup lebih baik, sejak dini. Setidaknya ada 3 manfaat untuk anak. (Foto: Dok. Instagram @ibnujamil (Ibnu Jamil bahas pentingnya mengajari anak olahraga agar tidak mager dan meraih kualitas hidup lebih baik, sejak dini. Setidaknya ada 3 manfaat untuk anak. (Foto: Dok. Instagram @ibnujamil)

Ibnu Jamil konsisten memberikan dukungan penuh untuk Timnas Indonesia. Meski harus menelan pil pahit lantaran Timnas Indonesia kalah 6-0 melawan Jepang, Ibnu tetap memberikan dukungan untuk tim sepakbola Tanah Air. Namun, suami Ririn Ekawati itu mengaku kini lebih realistis.

Di laman instagram pribadinya, artis berusia 44 tahun itu mencurahkan isi hatinya tentang laga Timnas Indonesia melawan Jepang beberapa waktu lalu. Rupanya, ia sudah bisa memprediksi hasil pertandingan tersebut. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Artis yang bercita-cita menjadi atlet basket itu bercerita bahwa ia sebenarnya sudah mengira kekalahan Indonesia melawan Jepang. Meski begitu, lulusan Universitas Mercu Buana itu tetap terbang ke Jepang untuk memberikan dukungan penuh bagi Timnas Indonesia.

"Kekalahan lawan Jepang kemaren sudah gw kira dari awal. Paling mentok seri itu pun jika pertahan kita solid dan jika mau bermain pragmatis. Parameter gw adalah beda peringkat FIFA terlalu jauh dan beda kwalitas ekosistem sepakbolanya," ungkap Ibnu di laman instagramnya.

Lebih lanjut, Ibnu akui merasa terhormat lantaran Jepang bermain sangat serius kala melawan Indonesia. Menyaksikan pertandingan tersebut, Ibnu merasa jika Jepang tengah mengeluarkan semua jurus terbaiknya agar bisa menang.

"Justru sebuah penghormatan karena Jepang sangat serius melawan kita seolah olah ingin mengeluarkan semua jurus2 terbaiknya. Indonesia tertekan selama 90++ hasil akhirnya tau sendiri kan. Bahkan kiper Jepang minim silahturahmi dengan penyerang kita alias banyak nganggur nya..ya itulah sepakbola beda kelas terjadi," ungkap dia.

"Beda orientasi nya Jepang langganan Piala Dunia bahkan usah mulai mengincar peringkat atas/bahkan udah berpikir untuk jadi juara Piala Dunia.. Indonesia baru membuka kunci gembok utk bisa lolos merasakan megahnya Panggung Piala Dunia," sambungnya.

Menyaksikan kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang secara langsung, Ibnu mengaku bahwa ia kini lebih realistis melihat dunia sepakbola. Meski begitu, Ibnu tetap bangga dengan Timnas Indonesia dan akan terus memberikan dukungannya.

"Ini semua yang membuat gw lebih realistis untuk bisa melihat sepakbola 🇮🇩 kritik boleh menghujat jangan karena kita adalah pemain ke 12 dan gw akan LANJUT TERUS Dukung Timnas 90 menit untuk selamanya. Bangga mengawal Garuda. Menang kalah dan seri ku tetap bernyanyi. Garuda sampe mati," tutup Ibnu.

Rekomendasi