Cerita Fahmi Bo Perankan Sosok Gusur di Sinetron Lupus, Ekonomi Membaik Meski Bukan Artis Papan Atas
Dalam sinetron Lupus, berbagai karakter diperankan oleh aktor yang berbeda-beda. Namun, karakter Gusur tetap konsisten diperankan Fahmi Bo.
Fahmi Bo, yang lebih dikenal dengan nama Gusur, adalah sosok yang terkenal dari sinetron Lupus. Hingga saat ini, karakter tersebut masih teringat oleh banyak penonton.
Aktor berusia 52 tahun ini kini tinggal sendirian di sebuah kamar kos dan berbagi pengalaman tentang perannya di sinetron yang sangat populer di tahun 90-an.
"Sinetron Lupus, sinetron aku yang paling berkesan, sinetron aku yang istilahnya, aku bisa dikenal orang, gara-gara sinetron lupus. Aku mainin terjun ke dunia film itu dari tahun 1989," ungkap Fahmi Bo dalam wawancara dengan KapanLagi.com pada Kamis (20/6) lalu.
Lewat sinetron tersebut Fahmi mengaku menjadi artis ternama. Padahal proyek tersebut bukan yang pertama digarapnya.
"Nah, itu, ya, udah mulailah nama aku, maksudnya dikenal boomingnya pas di Lupus, ya makanya aku paling berkesan banget sama sinetron lupus," kata Fahmi.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada mendiang Hilman Hariwijaya sang penulis naskah.
"Makasih banyak buat Almarhum Hilman, lupus asli aku makasih banyak, aku sudah diajak main, udah dipercaya jadi Gusur dan itu udah cita-cita aku dari dulu," kata Fahmi.
Karakter Gusur yang Membekas
Dalam sinetron Lupus, karakter-karakter yang ada sering kali diperankan aktor yang berbeda. Namun, karakter Gusur tetap konsisten diperankan Fahmi Bo. Menurutnya, perubahan ini terjadi secara alami dan tidak direncanakan.
"Aku nggak ngerti, ya di Lupus itu ada tokoh Lupus, Boim, dan Gusur, nah, jadi lupusnya ini, selalu tanda kutip ada aja masalah yang ginilah, gitu, tapi, Alhamdulillah, boim-gusurnya selalu terpakai sama indosiar, jadi, tiap tahun kita mencari-nyari lupus baru. Iya orang manggilnya Gusur. Itu yang paling ada kenangan," ujarnya.
Popularitas dan Penghasilan
Fahmi Bo mengungkapkan perannya sebagai Gusur merupakan salah satu titik tertinggi dalam kariernya sebagai seorang aktor. Dia merasa bahwa popularitas yang diperolehnya telah memberikan dampak positif, termasuk dalam hal keuangan, meskipun tidak berlebihan.
"Iya. Alhamdulillah, aku istilahnya dikenal lah sama orang-orang. terus dulu juga kalau di jalan susah, kalau kita keluar pasti enggak enak. maksudnya pasti dikejar-kejar apalagi kalau di daerah, kalau di daerah udah parah. Kalau di Jakarta masih suka pada teriak tapi nggak terlalu histeris kayak itu di daerah, itu makanya membuat aku sama lupus bener-bener berkesan," ujarnya.
Dia melanjutkan dengan menceritakan kondisi finansialnya di awal karier.
"Dulu kan kita gajiannya cuman 4 episode tiap bulan. sebulan cuman setiap minggu cuman 1 episode tayangnya. Kalau finansial ya cukup buat hidup aja lah. Dulu aku nggak begitu ya maksudnya namanya biasa-biasa aja kan," kata Fahmi.
Fahmi menyadari dia bukan sosok artis kelas papan atas. Sehingga penghasilan dari syuting pun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
"Fahmi bo siapa sih. Kan kalau pemain film ada kalau misalnya temen-temen pemain film tuh ada kelas a, kelas b, kelas c. Aku nggak tahu di kelas apa gitu. Ya pokoknya standar-standar aja lah. Ya makanya ya biasa-biasa aja. cukup buat hidup lah," pungkasnya.