Ammar Zoni Menangis Bacakan Pleidoi, Sebut Cerai dari Irish Bella Titik Terberat Hidupnya

Ammar Zoni menghadiri sidang lanjutan kasus narkoba yang berfokus pada pembacaan pleidoi.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Ammar Zoni Menangis Bacakan Pleidoi, Sebut Cerai dari Irish Bella Titik Terberat Hidupnya
Pesohor, Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni, saat mengikuti sidang lanjutan terkait kasus peredaran narkotika di lingkungan Rutan Salemba, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026 (© 2026 Liputan6.com)

Ammar Zoni menjalani persidangan terkait kasus dugaan peredaran narkoba di penjara, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (2/6), mantan suami Irish Bella mengungkapkan perasaannya mengenai penangkapan kedua yang merusak karier dan kehidupan pribadinya.

Ammar Zoni mengakui ketidakmampuannya dalam melawan adiksi yang berdampak luas bagi orang-orang tercinta di sekelilingnya. Ia merasa hancur karena tindakan buruknya membuat anak-anak dan Irish Bella harus menanggung beban sosial yang berat.

"Karena kita berdua awam dan barang itu pun juga tidak mudah didapat, maka polisi pun mencurigai dan untuk kedua kalinya saya pun tertangkap oleh Polres Jakarta Selatan. Kali ini tanpa adanya barang bukti, hanya urine saya yang positif karena baru pulang dari Thailand, sehingga itu membuat heboh semuanya sekaligus menghancurkan segalanya," ujar Ammar Zoni dengan suara bergetar dalam sidang.

"Bukan saya saja, melainkan mantan istri dan anak-anak yang kena imbasnya, dan itu yang membuat saya sangat terpukul. Selalu saja saya kalah dari adiksi ini, kalah melawan nafsu diri sendiri. Selalu saya yang menjadi antagonisnya karena tidak komit dengan tekad saya. Saya akui itu, nafsu ini yang terlalu besar yang membuat saya kalah," ia menambahkan.

Menjadi seorang publik figur ternyata membawa konsekuensi yang lebih besar ketika Ammar Zoni kembali terjerat narkoba. Ia menyadari bahwa posisinya membuat setiap kesalahan yang dilakukannya akan dinilai jauh lebih buruk oleh masyarakat dibandingkan dengan orang biasa.

"Tidak pernah berpikir bahwa impaknya akan luar biasa besar persis seperti kasus ini. Terlalu menggampangkan, namun lupa kalau sebagai publik figur konsekuensi yang saya terima dua kali lebih besar dibandingkan orang biasa kebanyakan," ungkap Ammar Zoni.

Di tengah usaha untuk sembuh melalui proses rehabilitasi, ia menerima kabar mengejutkan mengenai rumah tangganya. Irish Bella mengajukan permohonan cerai saat Ammar Zoni berada di titik terendah dalam hidupnya.

"Hakim pun waktu itu memutuskan saya kembali menjalani rehab. Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya, yaitu keinginannya untuk bercerai, meminta saya untuk memberikan talak kepadanya," kenangnya.

Awalnya, Ammar Zoni menolak keputusan berpisah tersebut karena ia dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai pernikahan. Ia menjadikan kesetiaan ayahnya kepada mendiang ibunya sebagai prinsip hidupnya, mengapa tidak ada kata cerai dalam hidupnya.

"Yang tentu saja saya menolak, untuk saya yang dibesarkan oleh keluarga yang tidak ada kata bercerai. Dengan melihat betapa besar cinta bapak kepada mama, bahkan sampai mama menutup mata pun bapak masih tetap setia dan memilih membesarkan kami sendiri tanpa didampingi pasangan lain sampai akhir hayatnya. Tentu saya tidak akan ada kata bercerai di hidup saya," tegas Ammar Zoni.

Ammar Zoni mengungkapkan bahwa segala usaha telah dilakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, meskipun Irish Bella tetap berpegang pada keputusannya untuk bercerai. Ia mengakui telah berusaha dengan cara meminta, merayu, bahkan menangis agar diberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

"Namun berbeda lagi dengan pandangan mantan istri saya, ia pun tetap memaksa meminta talak. Sebagaimana pun saya sudah meminta maaf, memohon, merajuk, meratap, menangis meminta dikasihani, meminta kesempatan sekali lagi agar jangan sampai berakhir," tambah Ammar Zoni.

Perubahan perilaku yang ditunjukkan Ammar setelah keluar dari rehabilitasi ternyata tidak cukup untuk mengubah keputusan Irish Bella. Ia mengakui bahwa kegagalan dalam mempertahankan rumah tangga merupakan kenyataan pahit yang menandai kehancuran hidupnya.

"Sebagaimana pun sudah saya tunjukkan perubahan setelah saya pulang dari menjalani rehab, tetap tidak mengubah sama sekali tekadnya. Dan inilah titik terendah saya," ucapnya.

Hal ini menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi Ammar, di mana usaha dan harapan yang ia miliki tidak membuahkan hasil yang diinginkan.

Kondisi Ammar Zoni semakin terpuruk ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit di tengah pertempuran batin yang tak kunjung usai antara akal sehat dan perasaan. Ia merasakan adanya konflik yang kuat dalam dirinya ketika menyadari statusnya sebagai seorang pecandu yang merasa tidak layak untuk dicintai oleh siapa pun.

"Seolah-olah kenangan buruk itu muncul secara bersamaan tentang kehilangan. Antara hati, pikiran, dan badan tidak berjalan seiringan. Di pikiran saya mengatakan memang pantasnya orang seperti saya ini ditinggalkan, orang seperti saya tidak pantas bersanding dengan wanita salihah, tidak pantas jadi imam bagi istri dan anak karena saya tak lebih dari seorang pencandu yang sakit," urai Ammar Zoni. Dalam situasi ini, perasaan bersalah dan rendah diri terus menghantui dirinya, membuatnya semakin sulit untuk melangkah maju.

Ammar Zoni pernah mempertanyakan alasan di balik pengasingan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya ketika ia sedang mengalami masa sulit. Ia meyakini bahwa ketergantungan narkoba merupakan masalah kesehatan yang seharusnya mendapatkan dukungan, bukan dijauhi.

"Namun di hati saya pun mengatakan ya mengapa saya harus... hanya karena saya seorang penyalahguna untuk diri saya sendiri, saya ditinggalkan? Kecanduan adalah penyakit otak kronis yang sulit disembuhkan, lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang di saat hanya dia satu-satunya sebagai rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya? Dan apakah mungkin ini seharusnya saya diperlakukan?" keluhnya di depan Majelis Hakim.

Ammar Zoni juga menggambarkan betapa hancurnya perasaannya akibat kehilangan arah dan tujuan hidup. Meskipun ia terlihat baik-baik saja dari luar, sebenarnya batinnya terasa hampa dan tak berdaya menghadapi berbagai cobaan yang datang silih berganti.

"Terlihat begitu sempurna di permukaan, namun saya kosong di kedalaman," pungkas Ammar Zoni, mengekspresikan perasaannya yang mendalam dan penuh kesedihan.

Rekomendasi