Dianggap Cawe-Cawe Urusan Kementerian Lain, Ini Jawaban Menkeu Purbaya
Langkah tersebut semata-mata untuk memastikan ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan yang sedang dihadapi masyarakat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak sedang “cawe-cawe” dalam urusan kementerian atau lembaga lain, meski aktif mendorong percepatan belanja pemerintah.
Ia menekankan bahwa langkah tersebut semata-mata untuk memastikan ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan yang sedang dihadapi masyarakat.
“Bukan saya cawe-cawe ya. Kamu perlu apa? Saya bantu biar cepat. Tapi sebagian orang bilang itu cawe-cawe. Tapi enggak, enggak cawe-cawe Saya enggak ikut campur kebijakan mereka,” kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom INDEF, di Jakarta, Selasa (28/10).
Menurutnya, tugas utama pemerintah saat ini adalah menjaga agar perekonomian tidak semakin lesu. Ia mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai merasakan kesulitan nyata karena perlambatan ekonomi.
Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan berfokus memperbaiki manajemen keuangan dan arus kas agar belanja negara bisa tersalurkan lebih cepat dan efektif.
“Yang penting belanjanya diserap waktu tepat sasaran,” ujarnya.
Percepatan Belanja Langkah Penting
Purbaya menyebut, percepatan belanja pemerintah menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun ini.
Ia mengaku belum melakukan ekspansi besar-besaran, tetapi lebih memilih kebijakan “counter-cyclical” yang hemat namun terarah.
“Jadi, kita balik dengan counter cyclical policy yang irit. Jadi saya belum ekspansi betul-betulan. Saya cuma perbaiki manajemen keuangan, manajemen cashflow saya perbaiki, bagian pemerintah yang belanjanya masih lambat saya himbaulah,” ujarnya.
Respons atas Kritik Publik
Purbaya menyadari bahwa langkahnya mendorong kementerian dan lembaga agar mempercepat serapan anggaran menimbulkan persepsi negatif di sebagian kalangan. Namun ia menegaskan, tidak ada niat untuk mencampuri kewenangan pihak lain.
Ia menjelaskan, percepatan belanja justru menjadi bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan kebijakan fiskal berjalan efektif. Menurutnya, penyerapan anggaran yang lambat akan berdampak langsung terhadap penurunan kepercayaan publik dan potensi meluasnya keresahan sosial.
“Jadi, demo-demo itu menandakan bahwa masyarakat enggak puas ke pemerintah karena ekonominya memburuk,” pungkasnya.