Pemprov Banten Gandeng Mahasiswa Kawal Pembangunan Daerah, Peran Strategis Kaum Muda
Pemprov Banten menggandeng mahasiswa sebagai mitra strategis mengawal pembangunan daerah. Mahasiswa Banten Bersatu siap berkontribusi aktif dalam perumusan kebijakan publik yang positif.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi menggandeng kalangan mahasiswa sebagai mitra strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk mengawal program pembangunan daerah dan merumuskan kebijakan publik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Banten dalam melibatkan elemen masyarakat, khususnya kaum muda, dalam proses pembangunan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, menegaskan pentingnya peran mahasiswa. Ia menyebut mahasiswa sebagai aset bangsa dan agen perubahan yang krusial di tengah pesatnya perkembangan era digital serta ketatnya persaingan global. Keterlibatan aktif mahasiswa diharapkan mampu membawa perspektif segar dan inovatif bagi kemajuan daerah.
Pernyataan ini disampaikan Novriyadi saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu periode 2026-2027. Acara penting tersebut berlangsung di Gedung Universitas Serang Raya (Unsera), Kota Serang, pada Sabtu (13/6). Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi nyata antara pemerintah dan mahasiswa.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Pembangunan Banten
Novriyadi Purwansyah menekankan bahwa forum semacam ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi kemahasiswaan. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang dialog, ruang intelektual, dan ruang kolaborasi yang vital antara mahasiswa dan pemerintah. Tujuannya adalah membangun Provinsi Banten yang semakin maju dan berdaya saing.
Pihak Pemprov Banten mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berperan sebagai pengkritik. Mahasiswa diharapkan juga menjadi bagian dari solusi dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan aktif ini mencerminkan semangat kemitraan yang konstruktif.
Salah satu fokus pembangunan yang dapat dikawal bersama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Sektor ini menjadi fondasi utama bagi kemajuan suatu daerah. Peran mahasiswa dalam mengawasi dan memberikan masukan di bidang ini sangat diharapkan.
Fokus Peningkatan Kualitas SDM dan Pendidikan
Pemprov Banten saat ini menjalankan Program Sekolah Gratis yang sangat strategis. Program ini menyasar 60.705 siswa sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah khusus (SKh) swasta. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperluas akses Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Provinsi Banten. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten dalam menciptakan kesetaraan pendidikan.
Melalui program-program ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan finansial bagi anak-anak Banten untuk mengenyam pendidikan. Mahasiswa dapat berperan dalam memantau efektivitas program ini. Mereka juga dapat memberikan masukan untuk perbaikan berkelanjutan.
Komitmen Aliansi BEM Banten Bersatu
Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari, menyatakan konsolidasi mahasiswa lintas kampus menjadi kekuatan moral. Konsolidasi ini penting untuk mengawal pembangunan secara objektif, independen, dan konstruktif. Mahasiswa Banten berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan pembangunan.
Suci menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah bukti kesiapan mahasiswa Banten untuk mengambil peran strategis. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi. Hal ini dilakukan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah.
Berbagai gagasan yang dihasilkan melalui diskusi mahasiswa akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan strategis. Rekomendasi ini akan disampaikan secara resmi kepada Pemprov Banten. Ini merupakan bentuk kontribusi intelektual mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
Sumber: AntaraNews