Wamengdari Wiyagus Ingin Integritas Mendarah Daging Sejak Dini, Pendidikan Antikorupsi Masuk PAUD
Wiyagus juga menyatakan, praktik pungutan liar (pungli) atau uang pelicin tidak boleh lagi diwajarkan oleh masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyatakan, nilai integritas bisa masuk sejak usia dini melalui pendidikan antikorupsi yang diajarkan pada tiap anak sejak tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal tersebut disampaikan Wiyagus dalam peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK), Senin (11/5).
"Pendidikan antikorupsi juga adalah strategi kita untuk menciptakan kekebalan komunal terhadap perilaku yang menjurus kepada tindakan koruptif. Harapan kita semua nilai-nilai integritas benar-benar sudah mendarah daging sejak dini sebagai prinsip hidup," kata Wiyagus dalam sambutan.
Wiyagus juga menyatakan, praktik pungutan liar (pungli) atau uang pelicin tidak boleh lagi diwajarkan oleh masyarakat.
"Tidak boleh ada lagi anggapan bahwa praktik pungli itu adalah suatu hal yang biasa, atau uang pelicin dianggap wajar," kata dia.
Minta Kepala Daerah Perkuan Implemetasi
Menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wiyagus meminta semua kepala daerah memperkuat implementasi pendidikan antikorupsi di wilayah masing-masing.
Kepala daerah, lanjutnya, diminta menyusun regulasi turunan dengan memanfaatkan panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi yang telah disiapkan pemerintah.