Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Terjaring OTT KPK, Punya Harta Rp12 Miliar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, yang memiliki harta kekayaan mencapai Rp12 miliar. Publik menantikan detail perkara yang menjeratnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Pada Jumat, 13 Maret 2026, lembaga antirasuah ini melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penangkapan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Syamsul baru saja menjabat sebagai Bupati.
Hingga saat ini, detail mengenai perkara korupsi yang menjerat Syamsul Auliya Rachman masih belum diungkapkan secara resmi oleh KPK. Namun, penangkapan ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak KPK. Masyarakat menantikan informasi lebih lanjut terkait kasus yang melibatkan kepala daerah tersebut.
Penangkapan ini menambah daftar panjang pejabat daerah yang terjerat kasus korupsi oleh KPK. Syamsul Auliya Rachman sendiri dikenal sebagai sosok birokrat yang meniti karir dari bawah hingga puncak jabatan politik di Kabupaten Cilacap.
Profil dan Jejak Karir Bupati Syamsul Auliya Rachman
Syamsul Auliya Rachman, yang lahir pada 30 November 1985, adalah seorang birokrat dengan latar belakang pendidikan dari Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN). Ia memulai karirnya di pemerintahan daerah, menunjukkan dedikasi dari awal. Perjalanan karirnya mencakup berbagai posisi penting di Cilacap.
Sebelum menjabat sebagai Bupati, Syamsul pernah menjadi ajudan Bupati Cilacap dan kemudian Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022. Pada masa itu, ia berpasangan dengan Tatto Suwarto Pamuji, sosok yang pernah ia layani sebagai ajudan. Ini menunjukkan perjalanan karir yang unik dan berjenjang.
Puncak karir politiknya terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. Saat itu, Syamsul Auliya Rachman berpasangan dengan Ammy Amaliya Fatma dan berhasil meraih suara terbanyak, yakni 414.533 suara. Kemenangan ini mengantarkannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cilacap untuk periode 2024-2029.
Selain menjabat di pemerintahan, Syamsul Auliya juga aktif dalam dunia politik. Sebagai putra daerah Kabupaten Cilacap, ia mengampu jabatan tertinggi sebagai ketua dari partai politik yang mengusungnya. Pendidikan terakhirnya adalah gelar doktor dari IPDN Jakarta, memperkuat latar belakang akademisnya.
Harta Kekayaan Bupati Cilacap yang Terjaring OTT KPK
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025, Bupati Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki total harta kekayaan yang signifikan. Jumlah harta kekayaannya mencapai Rp12.039.790.782,00. Angka ini menarik perhatian publik setelah penangkapannya oleh KPK.
Rincian harta kekayaan Syamsul menunjukkan kepemilikan aset berupa tanah dan bangunan. Ia memiliki tanah dan bangunan di Kabupaten Cilacap seluas 3.234 meter persegi senilai Rp8 miliar, serta tanah seluas 140 meter persegi senilai Rp150 juta. Properti ini menjadi bagian besar dari total asetnya.
Selain aset tidak bergerak, Syamsul Auliya Rachman juga memiliki harta bergerak berupa transportasi dan mesin senilai Rp1,4 miliar. Ini termasuk mobil Toyota Mini Bus Tahun 2021 senilai Rp900 juta yang diperoleh melalui hibah tanpa akta. Ia juga memiliki mobil Toyota SUV Tahun 2024 senilai Rp500 juta yang merupakan hasil sendiri.
Harta lainnya mencakup aset tidak bergerak senilai Rp360 juta, kas dan setara kas sebesar Rp1.295.400.782,00, serta harta lainnya sebesar Rp1.050.000.000. Meskipun memiliki total kekayaan Rp12.255.400.782,00, Syamsul tercatat memiliki hutang senilai Rp215.610.000,00. Setelah dikurangi hutang, total kekayaan bersihnya menjadi Rp12.039.790.782,00.
Sumber: AntaraNews