Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo menilai rencana pembentukan Kementerian Investasi oleh pemerintahan Jokowi berkaitan dengan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Hal ini karena pemerintah membutuhkan dana yang cukup besar untuk mewujudkan impian tersebut.
"Menurut kami terkait dengan target Kementerian Investasi, Presiden Jokowi menargetkan investasi yang besar. Yang nantinya digunakan untuk recovery ekonomi dan pembangunan ibu kota baru. Ini butuh investasi besar," ujar Ari dalam diskusi online, Jakarta, Jumat (16/4).
Ari mengatakan, rencana pembentukan kementerian baru ini sebenarnya sudah mencuat pada awal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Namun kemudian tenggelam, sebab membutuhkan banyak pertimbangan yang akhirnya digabung ke Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.
"Presiden Jokowi saat awal pembentukan kabinet, sudah menginginkan ada Kementerian Investasi sebab ada kebutuhan. Waktu itu belum bisa diakomodasi makanya dimasukkan ke Kemenkomaritim. Fungsinya sudah dijalankan BKPM dan lainnya," jelas Ari.
Pandemi Virus Corona, kata Ari, membuat pemerintah harus bergerak cepat mengumpulkan sebanyak-banyaknya dana untuk menggerakkan ekonomi kembali. Alasan ini yang menjadi latar belakang kuat pemerintah membentuk Kementerian Investasi.
"Karena adanya pandemi, terjadi pukulan terhadap investasi. Sehingga Presiden Jokowi merasa perlu adanya investasi menjadi suatu kementerian jadi muncul lah Kementerian Investasi," jelasnya.