Inovasi dan Produk Baru Kerek Pendapatan BFI Finance Jadi Rp2,5 T di Semester 1-2019

Perusahaan tetap mendorong pertumbuhan bisnis untuk menjawab beragam tantangan tersebut dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp 16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp 18,3 triliun di semester pertama 2019.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Inovasi dan Produk Baru Kerek Pendapatan BFI Finance Jadi Rp2,5 T di Semester 1-2019
rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan pendapatan senilai Rp2,5 triliun di paruh pertama 2019. Angka ini meningkat dari pendapatan perseroan periode sama tahun lalu yang hanya Rp2,4 triliun. Peningkatan pendapatan didorong penerapan strategi yang agile dengan fokus berinovasi menelurkan dan mengembangkan produk sesuai perubahan pola hidup masyarakat terus dilakukan.

Gelaran pilpres yang mengakibatkan para pelaku usaha mengambil sikap wait and see, momentum Ramadan dan Lebaran, serta perlambatan investasi juga lesunya harga komoditas mengakibatkan tekanan yang cukup mempengaruhi pertumbuhan bisnis BFI Finance sebagai perusahaan pembiayaan dengan laba bersih tercatat sebesar Rp690 miliar.

Namun demikian, Perusahaan tetap mendorong pertumbuhan bisnis untuk menjawab beragam tantangan tersebut dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp18,3 triliun di semester pertama 2019.

Dari piutang pembiayaan tersebut, komposisi pembiayaan BFI Finance masih didominasi oleh pembiayaan mobil sebesar 73 persen, kontribusi alat berat dan mesin sebesar 15 persen, dilengkapi dengan pembiayaan motor sebesar 10 persen dan sisanya berasal dari kontribusi pembiayaan properti (property-backed financing) dan syariah.

Saldo pinjaman yang diterima oleh perusahaan di semester pertama 2019 ini tercatat sebesar Rp6,8 triliun, dengan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit atau joint financing di luar saldo pinjaman tersebut sebesar Rp1,03 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp462 miliar.

Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance, Sudjono mengatakan, pihaknya terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin dengan mencatat rasio pembiayaan bermasalah (NPF/non performing financing) sebesar 1,43 persen dalam enam bulan pertama 2019, atau lebih baik dari rata-rata industri pembiayaan yang sebesar 2,7 persen.

Di tahun 2019 ini BFI Finance fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan produk pembiayaan yang menyeluruh, dengan memperkuat eksistensi beragam produk barunya yaitu Unit Usaha Syariah (UUS), BFI Education dan BFI Leisure. Khusus untuk Unit Usaha Syariah sendiri, perusahaan cukup gencar dalam meningkatkan layanannya dengan memperluas ketersediaan produk di cabang lain di luar Wilayah Jabodetabek. Sehingga, masyarakat Indonesia di berbagai penjuru provinsi dapat menemukan produk yang dikenal dengan BFI Finance Syariah.

"Pencapaian pada semester I-2019 merupakan hasil maksimal di tengah berbagai kondisi yang tidak kondusif saat itu. Kami tetap menjaga tingkat pencadangan yang memadai, menjalankan risk management yang prudent, serta kemampuan pendanaan Perusahaan yang baik," kata Sudjono di Jakarta.

Keunggulan layanan (service excellence) adalah salah satu yang utama dalam sistem operasional BFI Finance. Dengan sistem ini, Perusahaan berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku dan gaya hidup konsumen dan masyarakat, serta menentukan produk pembiayaan apa yang sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang mereka, serta pemilihan platform promosi yang paling efektif sesuai dengan segmen pasar yang disasar.

"Di samping terus memperkuat core business untuk pembiayaan mobil, motor, properti, serta alat berat dan mesin, BFI Finance juga menelurkan dan mengembangkan beberapa produk pembiayaan demi mengakomodasi kebutuhan gaya hidup saat ini, di antaranya BFI Syariah, BFI Education yang ditujukan untuk merencanakan kebutuhan dana pendidikan, dan BFI Leisure yang merupakan fasilitas pembiayaan untuk paket perjalanan wisata," ujar Business Director BFI Finance, Sutadi.

Perusahaan juga telah mendirikan anak usaha lain yang bergerak di bidang teknologi keuangan yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) yang bergerak di bidang layanan platform digital lending melalui platform yang bernama pinjammodal.id.

Rekomendasi