BUMN: Pengembangan Industri Kendaraan Listrik Bukan Alat Politik untuk 2024

Arya mengungkapkan, Indonesia nantinya pun sudah akan memproduksi baterai kendaraan listrik sebelum 2024. Dia menegaskan, proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik ini tujuannya untuk transisi energi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
BUMN: Pengembangan Industri Kendaraan Listrik Bukan Alat Politik untuk 2024
Arya Sinulingga. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan bahwa pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik tidak ada kaitannya dengan politik. Menurutnya, rencana ini sama sekali tidak menjadi alat politik menuju Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian, dalam RDP bersama Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional pada Senin (1/21), mengingatkan program ini jangan hanya sekadar menjadi retorika politik menuju 2024.

"Soal politik itu tidak ada karena jauh-jauh ini sudah ada pembentukan holding. Tidak ada hubungannya sama sekali," kata Arya dalam diskusi virtual mengenai baterai kendaraan listrik (EV) pada Selasa (2/2).

Arya mengungkapkan, Indonesia nantinya pun sudah akan memproduksi baterai kendaraan listrik sebelum 2024. Dia menegaskan, proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik ini tujuannya untuk transisi energi.

"Tahun 2023 pun sudah berproduksi, jadi ini real. Kalau nanti pakai motor listrik, bisa pakai baterai buatan Indonesia. Jadi ini tujuannya untuk transisi energi dan kita sudah diakui dunia," tuturnya.

Dia menyebutkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sudah diakui oleh perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla. Antam merupakan salah satu perusahaan BUMN di balik Industri Battery Holding (IBH), yang bertujuan mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

"Di website Tesla itu, salah satu yang diharapkan untuk joint partner mereka itu PT Antam. Tidak mungkin mereka mau main-main seperti itu," sambungnya.

Pada bulan lalu, melalui laporan Tesla Conflict Minerals Report, diketahui sejumlah perusahaan smelter dari seluruh dunia yang masuk rantai produksi Tesla, dan salah satunya adalah Antam.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi