2015, belanja militer dunia melampaui dana pengentasan kemiskinan

Setara dengan 2,3 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi- Reporter
2015, belanja militer dunia melampaui dana pengentasan kemiskinan
Arab gelar pameran pertahanan militer. ©REUTERS/Ben Job

Belanja militer dunia mulai meningkat sejak Amerika Serikat menarik pasukan dari perang Irak dan Afganistan. Pada 2015, total belanja militer dunia mencapai hampir USD 1,7 triliun, menanjak satu persen ketimbang tahun sebelumnya.

Demikian diungkap Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dalam laman resmi, kemarin. SIPRI adalah lembaga interanasional independen fokus melakukan riset terkait konflik, persenjataan dan pengawasannya, serta pelucutan senjata.

Belanja militer sebanyak itu setara dengan 2,3 persen produk domestik bruto (PDB) dunia. Amerika Serikat masih tercatat sebagai negara dengan belanja militer terbanyak, sebesar USD 596 miliar, meskipun turun 2,4 persen ketimbang 2014.

Sementara China meningkat 7,4 persen menjadi USD 215 miliar. Lalu Arab Saudi tumbuh 5,7 persen menjadi USD 87,3 miliar, dan Rusia naik 7,5 persen menjadi USD 66,4 miliar.

Jika dibandingkan, belanja militer itu ternyat melampaui anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di negara berkembang.Bank Dunia memerkirakan pembangunan infrastruktur di negara berkembang membutuhkan investasi tambahan sebesar USD 1 triliun-1,5 triliun per tahun.

Akselerasi pembangunan infrastruktur diharapkan bisa berujung pada pengentasan kemiskinan.Bank Dunia menargetkan mengakhiri kemiskinan ekstrem pada 2030. Kemudian, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari 40 persen penduduk termiskin di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Rekomendasi