Sudah sebulan layanan TekTok Mobile besutan Indosat diperkenalkan. Layanan barunya ini diklaim sangat sesuai dengan kebutuhan data para netizen. Letak perbedaannya adalah layanan data ini bisa customize sesuai dengan kebutuhan para pelanggannya.
Kendati begitu, menurut Division Head Tektok Mobile, Dhoya Satyabima Sugarda, respon masyarakat terhadap produk ini dalam sebulan masih kurang antusias. Terlihat dari jumlah penggunanya masih di angka ratusan. "Kalau soal users kita belum terlalu banyak. Masih sedikitlah. Sekitar di bawah 500 users. Wajar juga, masih baru," terangnya saat berbincang santai dengan beberapa media di Grand Indonesia, Jakarta, (06/05).
Meski jumlah pengguna masih kecil, dirinya optimis pengguna Tektok Mobile bisa mencapai satu juta sampai akhir tahun ini. "Targetnya sejuta sampai akhir tahun 2015 ini," lanjutnya.
Indosat mengklaim jika layanan barunya ini sebagai terobosan baru di industri seluler. Bukan cuma dari cara aktivasinya yang berbeda, namun juga dari sisi ekosistem dan data pelanggan yang lebih tertata. Tapi di sisi lain jumlah penggunanya disadari tidak akan sebesar IM3 dan Mentari, karena memang hanya untuk mereka yang butuh akses internet.
"Satu juta pelanggan hingga akhir tahun itu bisa lebih bisa kurang, tergantung perkembangannya nanti," kata Dhoya mengakhiri diskusi.
Sekadar informasi, semua aktivitas TekTok Mobile dilakukan secara online, mulai dari proses registrasi, memilih paket layanan, memilih nomor, melakukan pembayaran serta memeriksa saldo virtual account dan kuota.