Jika kita terburu-buru dan baterai sedang kosong, tentu menyebalkan jika akhirnya kita membiarkan smartphone kita mati. Namun sepertinya Samsung tidak ingin membiarkan hal ini terjadi, karena perusahaan asal Korsel tersebut ingin mengembangkan teknologi charging baru.
Melansir Mashable, Samsung pada Selasa (28/11) kemarin memberi detil soal riset baterai terbarunya yang kini sedang mereka kembangkan teknologinya.
Samsung menyebut bahwa kini sedang dikembangkan sebuah material baterai yang lebih efisien dan mengisi daya lebih cepat ketimbang lithium ion konvensional. Material ini disebut "graphene ball." Samsung juga menyebut bahwa baterai ini bisa mengisi daya 5 kali lebih cepat dari lithium ion.
Baterai yang ada saat ini butuh waktu paling tidak satu jam untuk pengecasan penuh. Menurut Samsung, hanya butuh 12 menit saja bagi graphene ball untuk mengisi daya penuh. Kapasitas pun juga akan naik sebesar 45 persen.
Jika riset ini berhasil, kecepatan isi daya dan naiknya kapasitas ini tak cuma berdampak pada industri smartphone, namun juga kendaraan elektrik dan beberapa industri lain yang masish mengandalkan lithium ion.
Terlebih lagi, graphene ball diklaim adalah baterai yang stabil dalam hal temperatur, yakni tetap pada suhu 60 derajat Celcius. Jadi ini akan jadi opsi lebih baik untuk kendaraan listrik.