Hari ini, platform perangkat pintar Canonical yang dinamakan Ubuntu Touch resmi diperkenalkan kepada para developer. Dengan begitu, operating system yang masih dalam tahap developer preview ini sudah bisa dipasang di perangkat Nexus.
Tim dari omgubuntu pun tak mau ketinggalan dengan hal ini. Mereka, mencoba sendiri bagaimana kinerjanya dan dipublikasikan melalui video berikut.
Dari video tersebut terlihat bahwa sebenarnya memang os ini belum siap untuk dipasarkan. Hal ini ditinjau dari sisi responsivitasnya dan juga dukungan rotasi layar yang belum bisa digunakan. Ditambah lagi, ada beberapa aplikasi buatan yang hanya berfungsi sebagai pajangan, karena memang belum ada aplikasi apapun untuk platform ini.
Meski begitu, untuk rilis pertama, Ubuntu Touch bisa dibilang bekerja dengan baik. Indikatornya yang pertama adalah adanya aplikasi galeri yang bisa digunakan untuk menyimpan dan mengatur berbagai file multimedia.
Di Ubuntu Touch ini, Canonical juga memperkenalkan fitur mereka yang dinamakan Lense dan Scope. Lense merupakan menu default yang terletak di bagian bawah layar dan menyimpan berbagai fitur utama sebuah ponsel. Sedangkan Scope adalah tautan pintas yang tersembunyi di bagian kiri layar.
Yang benar-benar baru dari platform ini adalah kemampuannya menampilkan indikator dan pengaturan secara cepat. Cukup dengan menarik layar ke bawah, pengaturan ponsel pun bisa dilakukan.
Ubuntu Touch juga mendukung perintah melalui suara. Jadi, segala aktivitas bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan berbicara ke handset.
Secara keseluruhan, os ini memang masih dipersiapkan bagi para developer aplikasi. Sehingga, segala fitur dasar sudah bisa digunakan di sini.