Penggunaan VR Tak Bisa Menjadi Pengganti Bermain di Luar Ruangan bagi Anak

"Anak-anak masih harus melihat stimulasi di luar rumah, terutama dengan bermain di luar ruangan dapat membantu kemampuan spasial anak," kata dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, Catharine M Sambo di Jakarta.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Penggunaan VR Tak Bisa Menjadi Pengganti Bermain di Luar Ruangan bagi Anak
Ilustrasi anak bermain di taman. Shutterstock/Patrick Foto

Menggunakan virtual reality (VR) saat ini merupakan cara simulasi untuk mengenalkan dunia luar pada anak-anak. Namun penggunaan VR ini tidak dapat menggantikan kegiatan bermain di luar ruangan yang dibutuhkan anak-anak.

"Anak-anak masih harus melihat stimulasi di luar rumah, terutama dengan bermain di luar ruangan dapat membantu kemampuan spasial anak," kata dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, Catharine M Sambo di Jakarta.

Kemampuan spasial, kata Catherine, hanya dapat diajarkan kepada anak di luar rumah. Misalnya dengan berjalan-jalan di luar rumah dapat membantu anak untuk mengetahui arah pulang atau mengetahui lingkungan sekitar rumahnya.

Memang, gim VR Pokemon Go yang sempat hit beberapa waktu lalu bisa meningkatkan jumlah langkah anak. Namun, jika tidak dilakukan bakal menurun dengan cepat seperti diungkapkan dalam jurnal Pediatrics pada 2018. Berbeda halnya dengan anak yang memang bermain di luar ruangan. Mereka yang bermain di luar rumah mengalami kenaikan jumlah langkah sehari secara bertahap.

Selain melatih kemampuan spasial, bermain di luar ruangan, kata Catherine, juga membangkitkan stimulasi pada anak. Misalnya bermain keluar sambil melihat seperti apa bentuk apel, jeruk, dan aneka pohon.

Selain itu, berikut manfaat bermain di luar ruangan bagi anak:

1. Meningkatkan keahlian dalam mengolah pengalaman indrawi.

2. Mengasah kemampuan fisik dan gerak, kecerdasan, kreativitas, keterampilan bahasa.

3. Mencukupi kebutuhan aktivitas fisik untuk pertumbuhan tulang, otot, kesehatan jantung dan pembuluh darah serta memperbaiki kualitas tidur.

4. Membantu anak menjadi lebih tenang dan positif.

5. Meningkatkan kedekatan orang tua dan anak.

6. Mengasah keterampilan sosial.

Catherine menyarankan agar anak hanya diperkenankan screen time dua jam saja dalam sehari. Hal itu sudah termasuk mencari tugas di internet, bermain gim VR dan handphone, dan menonton TV.

Bagi anak-anak yang kecanduan bermain gim, Catherine menyarankan antara orangtua dan anak membuat perjanjian mengenai lama waktu bermain. Namun ketika hal itu tak efektif, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Penulis: Febrianingsih Alamako
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi