Soal 'Make Indonesia Great Again', Prabowo disebut ingin bangun semangat patriotisme

Soal 'Make Indonesia Great Again', Prabowo disebut ingin bangun semangat patriotisme.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Soal 'Make Indonesia Great Again', Prabowo disebut ingin bangun semangat patriotisme
Prabowo hadiri rakernas LDII. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Capres Prabowo Subianto meniru kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada saat Pemilu AS 2016, 'Make America Great Again'. Timses Prabowo-Sandiaga menilai tak ada larangan mengutip pernyataan seseorang terlebih pemimpin dunia macam Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Ada kemiripan dengan slogan Presiden Trump yang mengantarkan kemenangannya, enggak apa-apa. Masak dilarang?" kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, lewat keterangan tertulis diterima Liputan6.com, Jumat (12/10).

Priyo mengatakan, para orator dalam berpidato umum kadang mengutip slogan para pemimpin atau tokoh dunia yang melegenda. Sebut saja Presiden Lincoln, Kennedy, Jendral Mac Arthur, Mahatma Gandi, Bung Karno, Hatta, Pak Harto.

"Mereka sering kali dikutip slogannya dalam pidato politik para orator. Mereka orang besar pada zamannya. Aneh ajah kalau ada yang sentimen terhadap hal lumrah seperti ini," kata Priyo.

Menurut Priyo, slogan dilontarkan Prabowo tersebut murni soal jiwa patriotisme sang jenderal bintang tiga tersebut. Gaya kepemimpinannya yang tegas dan berwibawa, dinilai Priyo suatu pembeda yang tidak dimiliki calon presiden lain.

"Ciri khas kepemimpinan Prabowo yang punya karakter dan patriotik. Prabowo ingin memompa kembali semangat patriotisme membangun kejayaan nusantara yang hebat & dihormati. Make Indonesia Great again," pungkas Priyo.

Sebelumnya diberitakan, Capres Prabowo Subianto meniru kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada saat Pemilu AS 2016, 'Make America Great Again'. Perkataan Trump tersebut diucapkan dengan menggantikan kata America dengan Indonesia.

"Kenapa bangsa Indonesia tak berani bilang Indonesia first, make Indonesia great again? Kenapa tidak ada pemimpin yang berani bilang gitu?," lantang Prabowo saat berpidato di Rakernas LDII, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Kalimat 'Make America Great Again' populer dalam Pilpres Amerika pada 2016 lalu. Slogan tersebut dipopulerkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada 1980, Ronald Reagen mantan presiden Amerika juga mengucapkan hal sama dalam kampanyenya.

Perkataan Prabowo tersebut terlontar usai membahas soal Neoliberalisme, sebagai paham ekonomi yang mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan.

"Karena semua negara berhasil adalah negara yang mampu mempertahankan ekonominya masing-masing. Dulu di Orde Baru saya percaya Neolib, saya percaya yang orang kaya sedikit dahulu tapi nanti nurun ke bawah. Tapi ternyata turunnya (sekarang) cuma setetes-setetes," ujarnya.

Prabowo menyinggung, Neoliberalisme tidak bisa berlaku di semua negara. Paham ekonomi tersebut, menurut Ketum Gerindra ini, hanya manjur pada negara kaya saja.

"Paham neolib menarik bagi bangsa yang sudah kaya, padahal tak berlaku bagi semua, sekarang begitu Amerika Serikat kalah dengan Tiongkok, dia menyatakan perang dagang, tidak ada free trade lagi," papar Prabowo.

Karenanya Prabowo menekan kepada Indonesia agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Namun hal itu tidak untuk membenci negara asing, namun lebih kepada belajar memperbaiki diri dan tidak menjadi pesuruh di negeri sendiri.

"Jangan kita benci negara mana pun, kita harus belajar dari negara mana pun, kita jangan jadi kacung dari bangsa lain, kita tidak boleh kehilangan Tanah Air kita," tutup Prabowo.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmoro
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi