Partai Golkar mengubah haluan dengan menolak Perppu Pilkada. Elite Golkar berdalih keputusan itu adalah kemauan daerah saat Munas Golkar ke-IX digelar di Bali beberapa waktu lalu.Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menerbitkan Perppu pun kecewa. Saking kecewanya, SBY menyebut Golkar telah berkhianat pada kesepakatan mendukung Perppu Pilkada yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu bersama Demokrat dan parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP).Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menyatakan, partainya akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk mendukung Perppu warisan SBY itu."KIH sudah jelas ya sikapnya mendukung pilkada langsung, pasti kami merapat ke sana (KIH)," kata Didi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/12).Namun demikian, pihaknya hingga kini mengaku masih melobi parpol anggota KMP untuk tetap komitmen pada janjinya untuk mendukung Perppu Pilkada."Kami juga masih berupaya keras melobi-lobi kawan-kawan yang ada di KMP untuk komit pada janjinya," kata Didi.Menurutnya, kesepakatan yang sudah disepakati oleh Partai Golkar, KMP dengan Demokrat soal Perppu Pilkada bukanlah kesepakatan biasa. Menurutnya, kesepakatan itu bentuk janji kepada rakyat Indonesia."Untuk yang sudah menjadi kesepakatan bukan cuma janji biasa tapi janji terhadap rakyat Indonesia," ujarnya.
Bakal gabung ke KIH soal Perppu Pilkada, Demokrat tetap lobi KMP
Kesepakatan yang sudah diteken Partai Golkar, KMP dengan Demokrat soal Perppu Pilkada adalah janji kepada rakyat.
Rekomendasi